<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5076159173845054138</id><updated>2012-01-31T08:33:03.742-08:00</updated><category term='UMKM'/><category term='Sejarah'/><category term='Kesehatan'/><category term='Dakwah'/><category term='Pernikahan'/><category term='Pancasila'/><category term='Permusuhan'/><category term='Politik'/><category term='Ekonomi Islam'/><category term='Demokrasi'/><category term='Ikhwanul Muslimin'/><category term='Penjualan'/><category term='Wanita'/><category term='Wirausaha'/><category term='Cinta'/><category term='NASA'/><category term='Organisasi Dakwah'/><title type='text'>Ibnu Akhmadi</title><subtitle type='html'>Blog ini memuat berbagai aktivitas serta pemikiran saya, boleh didownload secara gratis dengan tetap mencantumkan sumber.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://warjoko-akhmadi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5076159173845054138/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warjoko-akhmadi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Warjoko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01648046721613387822</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_T2xDLJlOchs/SfYrRQKvOaI/AAAAAAAAAAg/SSA2ZC3rW4w/S220/P2270175.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>16</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5076159173845054138.post-7175846942000698243</id><published>2012-01-31T08:33:00.000-08:00</published><updated>2012-01-31T08:33:03.751-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Organisasi Dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ikhwanul Muslimin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Sejarah Ikhwanul Muslimin</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Pada bulan Dzulqa’idah 1347 H/April 1928 M, Hasan Al Banna mendirikan Al Ikhwan Al Muslimun di Isma’illiyah. Pergerakan dakwah ini hanya didirikan oleh 7 orang dengan profesi yang bermacam-macam. Mereka adalah Hasan Al Banna (guru), Hafidz Abdul Hamid (tukang kayu), Ahmad Al Hushairy (tukang cukur), Fuad Ibrahim (tukang setrika), Abdurrahman Hasbullah (sopir), Ismail ‘Izz (tukang kebun) dan Zaki Al Maghribi (penyewa dan montir sepeda). Pada saat itu mereka berenam berbicara dengan Hasan Al Banna tentang:&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kehidupan perbudakan dalam komunitas orang-orang asing.&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ketidakpahaman mereka tentang jalan menuju kemuliaan sebagaimana yang ia pahami, dan ketidaktahuan mereka tentang cara berkhidmat pada agama, bangsa dan negara sebagaimana yang ia ketahui. Mereka mengusulkan agar ia menjadi pemimpin mereka dalam sebuah jama’ah yang berbai’at kepada Alloh untuk hidup demi agama-Nya dan mati di jalan-Nya. Al Banna menjawab tawaran mereka dengan mengatakan, “marilah kita berbai’at kepada Alloh untuk menjadi tentara bagi dakwah Islam, yang dengannya akan terwujudlah kehidupan hakiki negara dan kemuliaan ummat. Setelah berbai’at mereka bermusyawarah tentang nama jama’ah mereka. Akhirnya mereka menyepakati nama “Al Ikhwan Al Muslimun” (di Indonesia populer dengan nama “Ikhwanul Muslimin, -penj.). &lt;br /&gt;Pertemuan ini juga menghasilkan kesepakatan untuk menyewa sebuah ruang guna pertemuan khusus mereka, yang lalu disebut “Madrasah Tahdzib Ikhwanul Muslimin” (Arena Pembinaan Ikhwan). Mereka juga membuat konsep secara teori dan praktek untuk itu. Pada akhir tahun ajaran 1927-1928, jama’ah ini beranggotakan lebih dari tujuh puluh orang. Dengan demikian, terbentuklah organisasi Ikhwan yang telah mempunyai anggaran dasar, dewan pimpinan dan organisasi massa dalam bentuk legal formal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Markas Ikhwan, pada tahun 1932, dipindahkan dari Isma’iliyah ke Kairo, seiring dengan perpindahan Al Banna ke Kairo.&lt;br /&gt;Pada tanggal 8 Nopember 1948, Ikhwanul Muslimin dibekukan oleh Perdana Menteri Mesir, Muhammad Fahmi Nuqrasyi, harta kekayaannya disita dan tokoh-tokohnya ditangkap.&lt;br /&gt;Tanggal 11 Februari 1949, malam hari, Hasan Al Banna dibunuh oleh penembak misterius setelah beliau keluar dari pekarangan kantor Jam’iyyah Asy Syubhan. Tubuh Hasan Al Banna yang bersimbah darah dibawa ke Rumah Sakit Al Qashr Al A’ini. Ada seorang dokter yang mencoba menangani Hasan Al Banna, tetapi ia dihalangi oleh beberapa orang yang berseragam. Akhirnya tubuh yang penuh bersimbah darah tersebut dibiarkan tanpa mendapat pertolongan seorang dokter pun. Akhirnya Hasan Al Banna syahid menemui Rabb-nya tepat pukul 01.00 dini hari.&lt;br /&gt;Tahun 1950 berdasarkan keputusan Dewan Tertinggi Negara, Ikhwan direhabilitasi. Ketika itu Mesir diperintah oleh kabinet An Nuhas. Dewan tersebut juga memutuskan bahwa pembekuan Ikhwan selain tidak sah, juga inskonstutisional.&lt;br /&gt;Pada tanggal 23 Juli 1952, saat dibentuknya Gerakan perwira Ahrar, Ikhwan menjadi pendukung paling besar sejak sebelum berdirinya, bahkan Al Hudhaibi (Mursyid ‘Am waktu itu) mengeluarkan komunike, 28 Juli, yang menghimbau para anggota Ikhwan untuk siap mendukung gerakan. Tetapi hubungan ini mengalami keretakan sejak 7 Agustus 1952, yaitu Ikhwan menolak partisipasi dalam pemerintahan militer Najib. Buah dari penolakan itu adalah beribu-ribu anggota Ikhwan dijebloskan ke penjara dan 6 anggota Ikhwan dihukum mati, yaitu Abdulqadir Audah, Muhammad Burghali, Yusuf Thal’at, Handawi Duwair, Ibrahim Thayyib dan Muhammad Abdullathif.&lt;br /&gt;Tahun 1965-1966, tragedi penangkapan besar-besaran terulang kedua kalinya. Kali ini 3 orang anggota Ikhwan dihukum gantung, yaitu Sayyid Quthb, Yusuf Hasawi dan Abdulfatah Isma’il. Setelah tragedi ini, Ikhwan bergerak secara rahasia sampai tanggal 28 September 1970, saat Jamal Abdunnashr meninggal. Setelah itu anggota Ikhwan mulai dibebaskan secara bertahap sejak pemerintahan Anwar Sadat.&lt;br /&gt;Pada saat ini Ikhwan telah menyebar ke berbagai benua di dunia ini. Ia telah mewujud sebagai suatu gerakan internasional. Sedangkan di negara asalnya Ikhwan telah berhasil menguasai dan mewarnai sejumlah organisasi profesi. Beberapa organisasi profesi itu adalah:&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ikatan Dokter; yang dikuasai sejak 1986 dengan 9 kursi dari 25 yang ada. Namun pada tahun 1986 Ikhwan dapat merebut seluruh kursi pada Majelis Organisasi hingga kini.&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ikatan Insinyur; mulai masuk pada tahun 1985, hingga kini Ikhwan masih menduduki mayoritas kursi majelis. Ikatan Insinyur ini akan mengadakan pemilihan ketua baru pada dua bulan yang akan datang (bulan Juni 2001-pen.).&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ikatan Guru dan Pendidik. Namun belakangan banyak anggota organisasi ini yang mempunyai loyalitas ke Ikhwan disingkirkan dari kegiatan mengajar.&lt;br /&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ikatan Pengacara; Ikhwan baru terjun secara resmi pada tahun 1992. tahun 1995 sampai 2000 kegiatan organisasi ini dibekukan oleh pemerintah.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5076159173845054138-7175846942000698243?l=warjoko-akhmadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warjoko-akhmadi.blogspot.com/feeds/7175846942000698243/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5076159173845054138&amp;postID=7175846942000698243&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5076159173845054138/posts/default/7175846942000698243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5076159173845054138/posts/default/7175846942000698243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warjoko-akhmadi.blogspot.com/2012/01/sejarah-ikhwanul-muslimin.html' title='Sejarah Ikhwanul Muslimin'/><author><name>Warjoko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01648046721613387822</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_T2xDLJlOchs/SfYrRQKvOaI/AAAAAAAAAAg/SSA2ZC3rW4w/S220/P2270175.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5076159173845054138.post-4262468749202417472</id><published>2011-11-17T23:39:00.000-08:00</published><updated>2011-11-17T23:39:14.721-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pancasila'/><title type='text'>PERANAN PANCASILA</title><content type='html'>Dalam penyebutan tentang Pancasila, kita mengenal banyak istilah. Tetapi istilah-istilah tersebut dapat digolongkan dalam pengertian Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia dan Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia.&lt;br /&gt;1. Pancasila sebagi Pandangan Hidup Bangsa Indonesia&lt;br /&gt; Pancasila dalam hal in sering disebut way of life, Weltanshaung, Wereldberschouwing, wereld en levens, beschouwing, pandangan hidup, pandangan hidup, pegangan hidup, pedoman hidup, petunjuk hidup. &lt;br /&gt; Dalam hal ini Dardji Darmodihardjo memberikan penjelasan sebagai berikut:&lt;br /&gt;Pancasila sebagai norma fundamental, sehingga Pancasila berfungsi sebagai cita-cita atau ide. Sebagai cita-cita, semestinyalah kalau ia selalu diusahakan untuk dicapai oleh tiap-tiap manusia Indonesia sehingga cita-cita itu bisa terwujud menjadi suatu kenyataan.&lt;br /&gt;a. sesungguhnya tidaklah mudah merumuskan secara konkret betapa perwujudan Pancasila itu dalam setiap tindak/perbuatan, tingkah laku, dan sikap hidup sehari-hari. Hal ini disebabkan selain terlalu banyak macam ragamnya, juga meliputi seluruh aspek kehidupan. Oleh karena itu, yang mungkin dapat dikemukakan ialah Pancasila sebagai pegangan hidup yang merupakan pandangan hidup bangsa, penjelmaan falsafah hidup bangsa, dalam pelaksanaan hidup sehari-hari tidak boleh bertentangan dengan norma-norma agama, norma-norma kesusilaan, norma-norma sopan santun, dan tidak bertentangan dengan norma-norma hukum yang berlaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pengertian-pengertian Pancasila dalam hal ini cukup banyak. Adapun berbagai penyebutan tersebut dapat diikhtisarkan sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. Pancasila sebagai Jiwa Bangsa Indonesia&lt;br /&gt;b. Pancasila sebagai Kepribadian bangsa Indonesia&lt;br /&gt;c. Pancasila sebagai Pandangan Hidup bangsa Indonesia&lt;br /&gt;d. Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia&lt;br /&gt;e. Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum atau tertib hukum bagi Negara Republik Indonesia&lt;br /&gt;f. Pancasila sebagai perjanjian luhur bangsa Indonesia pada waktu mendirikan Negara&lt;br /&gt;g. Pancasila sebagai cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia&lt;br /&gt;h. Pancasila sebagai falsafah hidup yang mempersatukan bangsa Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pancasila sebagi Dasar Negara&lt;br /&gt;Pancasila dalam pengertian ini sering disebut dasar falsafah Negara, philosofische Grandslag dari Negara, ideologi Negara, Staatsidee.  Dalam arti ini Pancasila berfungsi sebagai dasar untuk mengatur pemerintahan Negara.&lt;br /&gt;Fungsi pokok Pancasila adalah sebagai dasar Negara, sesuai dengan Pembukaan UUD 1945, dan yang pada hakekatnya adalah sebagai sumber dari segala sumber hukum, segaimana yang tertuang dalam Ketetapan MPRS No. XX/MPRS/1966 (jo Ketetapan MPR No. V/MPR/1973 dan Ketetapan MPR No. IX/MPR/1978). Pengertian demikian adalah pengertian Pancasila yang bersifat yuridis ketatanegaraan.&lt;br /&gt;Pengertian Pancasila yang bersifat sosiologis adalah di dalam fungsinya sebagai pengatur hidup kemasyarakatan pada umumnya, sedangkan pengertiannya yang bersifat etis dan filosofis adalah di dalam fungsinya sebagi pengatur tingkah laku pribadi dan cara-cara dalam mencari kebenaran. Dalam hal yang disebut terakhir, yakni Pancasila sebagai philosophical way of thinking atau philosophical system dapat dianalisis dan dibicarakan secara mendalam karena orang berfikir secara filosofis tidak akan henti-hentinya, ia selalu mencari dan mencari kebenaran itu. Namun, harus disadari bahwa kebenaran yang dapat dicapai manusia adalah kebenaran yang masih relatif tidak absolute atau mutlak. Kebenaran yang absolute atau yang mutlak adalah kebenaran yang ada pada Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, dalam mencari kebenaran Pancasila sebagai philosophical way of thinking atau philosophical system tidaklah perlu sampai menimbulkan pertentangan dan persengketaan apalagi perpecahan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5076159173845054138-4262468749202417472?l=warjoko-akhmadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warjoko-akhmadi.blogspot.com/feeds/4262468749202417472/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5076159173845054138&amp;postID=4262468749202417472&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5076159173845054138/posts/default/4262468749202417472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5076159173845054138/posts/default/4262468749202417472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warjoko-akhmadi.blogspot.com/2011/11/peranan-pancasila.html' title='PERANAN PANCASILA'/><author><name>Warjoko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01648046721613387822</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_T2xDLJlOchs/SfYrRQKvOaI/AAAAAAAAAAg/SSA2ZC3rW4w/S220/P2270175.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5076159173845054138.post-268267021327925346</id><published>2011-11-14T00:38:00.000-08:00</published><updated>2011-11-14T00:46:31.870-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><title type='text'>MUHARRAM MOMENTUM PERUBAHAN</title><content type='html'>	Sebentar lagi bulan Muharam 1433 H akan menjelang. Seakan waktu berjalan dengan cepat, detik berganti menit, menit berganti jam, jam berganti hari, hari berganti pecan, pecan berganti bulan, bulan berganti tahun. Tahun 1432 H sebentar lagi akan meninggalkan kita. Pergantian tahun merupakan momentum tahunan yang mesti akan senantiasa ada sampai hancurnya dunia ini.&lt;br /&gt;	Selama tahun 1432 H, sudahkah kita dapat melaksanakan berbagai hal yang telah kita rencanakan di awal tahun yang lalu? Berbagai aktifitas yang kita lakukan selama tahun ini, telah menjadikan diri kita seperti sekarang ini. &lt;br /&gt;	Masa pergantian tahun dapat kita jadikan sebuah momen perubahan bagi diri kita. Meskipun perubahan senantiasa dapat kita lakukan setiap saat. Beberapa hal yang dapat kita lakukan menjelang pergantian tahun ini adalah:&lt;br /&gt;1.	Mensyukuri nikmat umur yang telah dikaruniakan oleh Alloh SWT&lt;br /&gt;Umur yang telah dikaruniakan oleh Alloh SWT kita sering kali lupa untuk kita syukuri. Sebagian dari orang-orang yang kita kenal, sudah meninggalkan diri kita di tahun ini atau pun tahun-tahun sebelum. Mereka sudah tidak dapat lagi beramal untuk kehidupan akheratnya.&lt;br /&gt;Selagi Alloh masih memberikan umur kepada kita, maka semestinya kita gunakan untuk meningkatkan amal ibadah kita kepada-Nya. Apalagi amal-amal yang tidak terhapus pahalanya meskipun kita sudah meninggal nanti.&lt;br /&gt;2.	Mengingat perjalanan hijrah Rasululloh SAW serta mengambil pelajarannya &lt;br /&gt;Perjalanan hijrah yang telah dilakukan oleh Rasululloh SAW yang didampingi oleh Abu Bakar Ash Shidiq merupakan perjalanan yang terencana yang mengambil rute yang berbeda dengan rute yang biasa dipakai oleh kafilah dagang orang-orang Quraisy. Hijrah ini dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan rahasia.&lt;br /&gt;”(Ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan tipu daya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu, membunuhmu atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya, sedang Alloh menggagalkan tipu daya itu. Dan Alloh sebaik-baik pembalas tipu daya.” (QS. Al Anfaal, 8: 30).&lt;br /&gt;”Jika tidak menolongya (Muhammad), maka sesungguhnya Alloh telah menolongnya, yaitu ketika orang-orang kafir (kaum musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seseorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, pada waktu dia berkata kepada temannya, ’Jangan bersedih,  sesungguhnya Alloh bersama kita’. Maka Alloh menurunkan ketenangan kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kalian tidak melihatnya. Alloh menjadikan seruan orang-orang kafir itu yang rendah. Dan kalimat Alloh itulah yang tinggi. Alloh Maha Perkasa Maha Bijaksana. (QS. At Taubah, 9: 40).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Syauqi Abu Khalil mengungkapkan hasil konkret dari perjalanan ini adalah:&lt;br /&gt;a.	Berkumpulnya kaum muslimin di satu tempat, yang memungkinkan mereka untuk berdakwah secara terang-terangan dengan tetap berusaha mempertahankannya.&lt;br /&gt;b.	Mendirikan negara Islam dengan dasar-dasar mendasar yang kokoh, dengan menyiapkan kondisi secara baik demi kelangsungan dan kelanggengannya.&lt;br /&gt;c.	Memproklamirkan universalitas dakwah Islam.&lt;br /&gt;d.	Munculnya orang-orang munafik di bawah kepemimpinan Abdulloh bin Ubay bin Salul.&lt;br /&gt;e.	Perdagangan dan perniagaan kaum Quraisy menjadi terancam, terutama saat kepergian dan kepulangannya dari Syam. &lt;br /&gt;3.	Penggunaan kalender hijriyah&lt;br /&gt;Penggunaan kalender hijriyah sudah dimulai pada masa pemerintahan khalifah Umar bin Al Khaththab. Hal ini kita perlukan, karena berbagai ibadah yang kita lakukan terkait dengan penanggalan hijriyah ini. Puasa Ramadhan, Idul Fitri, Puasa Syawal, Wukuf, Idul Adha, Puasa Asyura dll.&lt;br /&gt;Pada saat sekarang, secara umum kita menggunakan penanggalan syamsiyah (kalender Masehi) yang penentuan awal tahunnya dinisbatkan pada kelahiran Nabiyulloh Isa as.&lt;br /&gt;4.	Mengetahui keutamaan-keutamaan bulan Muharram&lt;br /&gt;a.	Bulan Haram (syahrul Hurum)&lt;br /&gt;Bulan Muharram merupakan salah satu bulan haram di antara 4 bulan haram yang ada. Pada bulan haram dilarang untuk melakukan peperangan.&lt;br /&gt;”Sesungguhnya jumlah bulan menurut Alloh ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Alloh pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzhalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Alloh beserta orang-orang yang takwa.” (QS. At Taubah, 9: 36).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang ahli tafsir dari kalangan tabi’in yang  bernama Qatadah bin Di’amah Sadusi rahimahulloh menyatakan, “Amal sholeh lebih besar pahalanya jika dikerjakan di bulan-bulan haram sebagaimana kezholiman di bulan-bulan haram lebih besar dosanya dibandingkan dengan kezholiman yang dikerjakan di bulan-bulan lain meskipun secara umum kezholiman adalah dosa yang besar” (lihat Tafsir Al Baghawi dan Tafsir Ibn Katsir)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ الزَّمَانَ قَدْ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللَّهُ السَّمَوَاتِ  وَالْأَرْضَ السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلَاثٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى  وَشَعْبَانَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abi Hurairah r.a, Rasululloh saw bersabda, ”Sesungguhnya zaman itu berputar sebagaimana bentuknya semula di waktu Alloh menciptakan langit dan bumi. Setahun itu ada dua belas bulan diantaranya terdapat empat bulan yang dihormati: 3 bulan berturut-turut, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab Mudhar, yang terdapat di antara bulan Jumadil tsaniyah dan Sya’ban. (HR. Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679).&lt;br /&gt;Para ulama bersepakat bahwa keempat bulan haram tersebut memiliki keutamaan dibandingkan dengan bulan-bulan yang lain selain Ramadhan, namun demikian mereka berbeda pendapat, bulan apakah yang paling afdhal diantara keempat bulan haram yang ada ? Imam Hasan Al Bashri rahimahulloh dan beberapa ulama lainnya berkata, “Sesungguhnya Allah telah memulai  waktu yang setahun dengan bulan haram (Muharram) lalu menutupnya juga dengan bulan haram (Dzulhijjah) dan tidak ada bulan dalam setahun setelah bulan Ramadhan yang lebih agung di sisi Allah melebihi bulan Muharram” (Lihat : Lathoif Al Ma’arif hal 36) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.	Bulan Alloh&lt;br /&gt;Bulan Muharram merupakan suatu bulan yang disebut dengan Syahrulloh (Bulan Alloh) sebagaimana disampaikan oleh rasululloh saw dalam sebuah haditsnya. Nabi saw bersabda:&lt;br /&gt;أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ  بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ&lt;br /&gt;“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah (yaitu) Muharram. Sedangkan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam”. [ H.R. Muslim (11630) dari sahabat Abu Hurairah radhiyallohu anhu]&lt;br /&gt;Hadits ini mengindikasikan adanya keutamaan khusus yang dimiliki bulan Muharram karena disandarkan kepada lafzhul Jalalah (lafazh Allah). Para Ulama telah menerangkan bahwa ketika suatu makhluk  disandarkan pada lafzhul Jalalah maka itu mengindikasikasikan tasyrif (pemuliaan) terhadap makhluk tersebut, sebagaimana istilah baitullah (rumah Allah) bagi mesjid atau lebih khusus Ka’bah dan naqatullah (unta Allah) istilah bagi unta nabi Sholeh ‘alaihis salam dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Al Hafizh Abul Fadhl Al ‘Iraqy rahimahulloh menjelaskan, “Apa hikmah dari penamaan Muharram sebagai syahrulloh (bulan Allah) sementara seluruh bulan milik Allah ? Mungkin dijawab bahwa hal itu dikarenakan bulan Muharram termasuk diantara bulan-bulan haram yang Allah haramkan padanya berperang, disamping itu bulan Muharram adalah bulan perdana dalam setahun maka disandarkan padanya lafzhul Jalalah (lafazh Allah) sebagai bentuk pengkhususan baginya dan tidak ada bulan lain yang Nabi Muhammad shallallohu alaihi wasallam sandarkan kepadanya lafzhul Jalalah melainkan bulan Muharram” (lihat Hasyiah As Suyuthi ‘ala Sunan An Nasaai) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.	Puasa ’Asyuro&lt;br /&gt;Pada bulan Muharram disunnahkan untuk memperbanyak puasa sunnah.&lt;br /&gt;Sebagaimana telah disebutkan di atas dari perkataan Qatadah rahimahulloh bahwa amalan sholeh dilipatgandakan pahalanya di bulan-bulan haram, dengan demikian secara umum segala jenis kebaikan dianjurkan untuk diperbanyak dan ditingkatkan kualitasnya di bulan Muharram. Adapun ibadah yang dianjurkan secara khusus pada bulan ini adalah memperbanyak puasa sunnah sebagaimana yang  telah disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallohu ‘anhu, beliau berkata Rasulullah shallallohu alaihi wasallam bersabda, &lt;br /&gt;أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ  بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ&lt;br /&gt;“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah (yaitu) Muharram dan shalat yang paling utama setelah puasa wajib adalah sholat lail”    [ HR. Muslim(11630) ]&lt;br /&gt;Mulla Al Qari’ menyebutkan bahwa hadits di atas sebagai dalil anjuran berpuasa di seluruh hari bulan Muharram. Namun ada satu masalah yang kadang ditanyakan berkaitan dengan hadits ini yaitu, ‘Bagaimana memadukan antara hadits ini dengan hadits yang menyebutkan bahwa Nabi shallallohu alaihi wasallam memperbanyak puasa di bulan Sya’ban bukan di bulan Muharram? Imam Nawawi rahimahullah telah menjawab pertanyaan ini, beliau mengatakan boleh  jadi Rasulullah shallallohu alaihi wasallam belum mengetahui keutamaan puasa Muharram kecuali di akhir hayat beliau atau mungkin ada saja beberapa udzur yang menghalangi beliau untuk memperbanyak berpuasa di bulan Muharram seperti beliau mengadakan safar atau sakit. [Lihat Al Minhaj Syarah Shohih Muslim bin Hajjaj]&lt;br /&gt;Kemudian anjuran berpuasa di bulan Muharram ini lebih dikhususkan dan ditekankan hukumnya pada hari yang dikenal dengan istilah Yaumul 'Asyuro, yaitu pada tanggal sepuluh bulan ini. ‘Asyuro berasal dari kata ‘Asyarah yang berarti sepuluh. Pada hari ‘Asyuro ini, Rasulullah shallahu alaihi wasallam mengajarkan kepada umatnya untuk melaksanakan satu bentuk ibadah dan ketundukan kepada Allah Ta’ala yaitu ibadah puasa, yang kita kenal dengan puasa Asyuro. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan anjuran puasa ‘Asyuro adalah dengan pengklasifikasian sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Kaum Yahudi juga berpuasa di hari Asyuro bahkan menjadikannya sebagai Ied (hari raya)&lt;br /&gt;عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ فَرَأَى الْيَهُودَ تَصُومُ يَوْمَ عَاشُورَاءَ فَقَالَ مَا هَذَا قَالُوا هَذَا يَوْمٌ صَالِحٌ  هَذَا يَوْمٌ نَجَّى اللَّهُ بَنِي إِسْرَائِيلَ مِنْ عَدُوِّهِمْ فَصَامَهُ مُوسَى قَالَ فَأَنَا أَحَقُّ بِمُوسَى مِنْكُمْ فَصَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ&lt;br /&gt;Ibnu Abbas radhiyallohu anhuma berkata : Ketika Rasulullah shallallohu alaihi wasallam. tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari ‘ Asyura, maka Beliau bertanya : "Hari apa ini?. Mereka menjawab, “Ini adalah hari istimewa, karena pada hari ini Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya, Karena itu Nabi Musa berpuasa pada hari ini. Rasulullah shallallohu alaihi wasallam pun bersabda, "Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian“  Maka beliau berpuasa dan memerintahkan shahabatnya untuk berpuasa. [ H.R. Bukhari (1865) dan Muslim(1910) ]&lt;br /&gt;عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كَانَ يَوْمُ عَاشُورَاءَ يَوْمًا تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَتَتَّخِذُهُ عِيدًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صُومُوهُ أَنْتُمْ&lt;br /&gt;Dari Abu Musa radhiyallohu anhu berkata, “Hari ‘Asyuro adalah hari yang diagungkan oleh orang Yahudi dan mereka menjadikannya sebagai hari raya, maka Rasulullah shallallohu alaihi wasallam bersabda (kepada ummatnya), “Berpuasalah kalian (pada hari itu)” [HR. Bukhari (1866) dan Muslim(1912), lafal hadits ini menurut periwayatan imam Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kaum Quraiys di zaman Jahiliyah juga berpuasa Asyuro dan puasa ini diwajibkan atas kaum muslimin sebelum kewajiban puasa Ramadhan&lt;br /&gt;عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ كَانَ يَوْمُ عَاشُورَاءَ تَصُومُهُ قُرَيْشٌ فِي الْجَاهِلِيَّةِ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُهُ فَلَمَّا قَدِمَ الْمَدِينَةَ صَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ  فَلَمَّا فُرِضَ رَمَضَانُ تَرَكَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ فَمَنْ شَاءَ صَامَهُ وَمَنْ شَاءَ تَرَكَهُ . متفق عليه.&lt;br /&gt;Dari Aisyah radhiyallohu anha berkata, Kaum Qurays pada masa Jahiliyyah juga berpuasa di hari ‘Asyuro dan Rasulullah shallallohu alaihi wasallam juga berpuasa pada hari itu, ketika beliau telah tiba di Medinah maka beliau tetap mengerjakannya dan memerintahkan ummatnya untuk berpuasa. Setelah puasa Ramadhan telah diwajibkan beliau pun meninggalkan (kewajiban) puasa ‘Asyuro, seraya bersabda, “Barangsiapa yang ingin berpuasa maka silakan tetap berpuasa dan barangsiapa yang tidak ingin berpuasa maka tidak mengapa” [ HR. Bukhari (1863) dan Muslim(1897) ]&lt;br /&gt;عن عَبْد اللَّهِ بْن عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ أَهْلَ الْجَاهِلِيَّةِ  كَانُوا يَصُومُونَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ  وَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَامَهُ وَالْمُسْلِمُونَ قَبْلَ أَنْ يُفْتَرَضَ رَمَضَانُ فَلَمَّا افْتُرِضَ رَمَضَانُ  قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ عَاشُورَاءَ يَوْمٌ مِنْ أَيَّامِ اللَّهِ فَمَنْ شَاءَ صَامَهُ وَمَنْ شَاءَ تَرَكَهُ (رواه مسلم)&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin Umar radhiyallohu anhuma bahwa kaum Jahiliyah dulu berpuasa Asyuro dan Rasulullah shallallohu alaihi wasallam serta kaum muslimin juga berpuasa sebelum diwajibkan puasa Ramadhan, Rasulullah shallallohu alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya hari ‘Asyuro termasuk hari-hari Allah, barangsiapa ingin maka berpuasalah dan siapa yang ingin meninggalkan maka boleh” [ HR. Muslim(1901) ]    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Perhatian Rasulullah shallallohu alaihi wa sallam dan para sahabat ridwanullohi alaihim ajmain yang begitu besar terhadap puasa ‘Asyuro&lt;br /&gt;عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صِيَامَ يَوْمٍ فَضَّلَهُ عَلَى غَيْرِهِ إِلَّا هَذَا الْيَوْمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَهَذَا الشَّهْرَ يَعْنِي شَهْرَ رَمَضَانَ&lt;br /&gt;"Aku tidak pernah melihat Rasulullah shallallohu alaihi wasallam, berupaya keras untuk puasa pada suatu hari melebihi yang lainnya kecuali pada hari ini, yaitu hari ‘Asyura dan bulan ini yaitu Ramadhan.” [ H.R. Bukhari (1867) dan Muslim(1914) ]&lt;br /&gt;عَنْ الرُّبَيِّعِ بِنْتِ مُعَوِّذِ بْنِ عَفْرَاءَ قَالَتْ أَرْسَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَدَاةَ عَاشُورَاءَ إِلَى قُرَى الْأَنْصَارِ الَّتِي حَوْلَ الْمَدِينَةِ مَنْ كَانَ أَصْبَحَ صَائِمًا فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ وَمَنْ كَانَ أَصْبَحَ مُفْطِرًا فَلْيُتِمَّ بَقِيَّةَ يَوْمِهِ فَكُنَّا بَعْدَ ذَلِكَ نَصُومُهُ وَنُصَوِّمُ صِبْيَانَنَا الصِّغَارَ مِنْهُمْ إِنْ شَاءَ اللَّهُ وَنَذْهَبُ إِلَى الْمَسْجِدِ فَنَجْعَلُ لَهُمْ اللُّعْبَةَ مِنْ الْعِهْنِ فَإِذَا بَكَى أَحَدُهُمْ عَلَى الطَّعَامِ أَعْطَيْنَاهَا إِيَّاهُ عِنْدَ الْإِفْطَارِ &lt;br /&gt;Dari Rubai’ bintu Mu’awwidz bin ‘Afra’ radhiyallohu ‘anha berkata, Nabi Muhammad shallallohu alaihi wasallam di pagi hari Asyuro mengutus ke perkampungan kaum Anshar yang berada di sekitar Medinah (pesan), “Barangsiapa yang tidak berpuasa hari itu hendaknya menyempurnakan sisa waktu di hari itu dengan berpuasa dan barangsiapa yang berpuasa maka hendaknya melanjutkan puasanya”. Rubai’ berkata, “Maka sejak itu kami berpuasa pada hari ‘Asyuro dan menyuruh anak-anak kami berpuasa dan kami buatkan untuk mereka permainan yang terbuat dari kapas lalu jika salah seorang dari mereka menangis  karena ingin makan maka kami berikan kepadanya permainan tersebut hingga masuk waktu berbuka puasa” [ HR. Bukhari (1960) dan Muslim (1136), redaksi hadits ini menurut periwayatan Imam Muslim ]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Keutamaan puasa Asyuro &lt;br /&gt;عَنْ أَبِي قَتَادَةَ رضي الله عنه أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  قَالَ صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ إِنِّي أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ &lt;br /&gt;Dari Abu Qatadah radhiyallohu anhu bahwa Nabi Muhammad shallallohu alaihi wasallam bersabda, “Puasa hari ‘Asyuro aku berharap kepada Allah akan menghapuskan dosa tahun lalu” [ HR. Tirmidzi (753), Ibnu Majah (1738) dan Ahmad(22024). Hadits semakna dengan ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shohih beliau (1162) ]&lt;br /&gt;5. Bagi yang ingin berpuasa ‘Asyuro hendaknya berpuasa juga sehari sebelumnya&lt;br /&gt;Ibnu Abbas radhiyallohu ‘anhuma berkata : &lt;br /&gt;Ketika Rasulullah shallallohu alaihi wasallam berpuasa pada hari ‘Asyura dan memerintahkan kaum muslimin berpuasa, mereka (para shahabat) menyampaikan, "Ya Rasulullah ini adalah hari yang diagungkan Yahudi dan Nasrani". Maka Rasulullah shallallohu alaihi wasallam pun bersabda&lt;br /&gt;فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ قَالَ فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ&lt;br /&gt;"Jika tahun depan insya Allah (kita bertemu kembali dengan bulan Muharram), kita akan berpuasa juga pada hari kesembilan (tanggal sembilan).“ Akan tetapi belum tiba Muharram tahun depan hingga Rasulullah shallallohu alaihi wasallam wafat di tahun tersebut [ HR. Muslim (1134) ] &lt;br /&gt;عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُ قَالَ صُومُوا التَّاسِعَ وَالْعَاشِرَ وَخَالِفُوا الْيَهُودَ&lt;br /&gt;Ibnu Abbas radhiyallohu anhuma beliau berkata, “Berpuasalah pada tanggal sembilan dan sepuluh Muharram, berbedalah dengan orang Yahudi”[ Diriwayatkan dengan sanad yang shohih oleh Baihaqi di As Sunan Al Kubro (8665) dan Ath Thobari di Tahdzib Al Aatsaar(1110)]  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Hukum Berpuasa Sehari Sesudah ‘Asyuro (tanggal 11 Muharram)&lt;br /&gt;Imam Ibnu Qoyyim dalam kitab Zaadul Ma’aad setelah merinci dan menjelaskan riwayat-riwayat seputar puasa ‘Asyuro, beliau menyimpulkan : Ada tiga tingkatan berpuasa ‘Asyuro: Urutan pertama; dan ini yang paling sempurna adalah puasa tiga hari, yaitu puasa tanggal sepuluh ditambah sehari sebelum dan sesudahnya (9,10,11). Urutan kedua; puasa tanggal 9 dan 10. Inilah yang disebutkan dalam banyak hadits . Urutan ketiga, puasa tanggal 10 saja. (Zaadul Ma’aad 2/63)&lt;br /&gt;Kesimpulan Ibnul Qayyim di atas didasari dengan sebuah hadits dari Ibnu Abbas radhiyallohu anhuma, Rasulullah shallallohu alaihi wasallam. bersabda : &lt;br /&gt;صُومُوا يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَخَالِفُوا فِيهِ الْيَهُودَ صُومُوا قَبْلَهُ يَوْمًا أَوْ بَعْدَهُ يَوْمًا&lt;br /&gt;"Puasalah pada hari Asyuro, dan berbedalah dengan Yahudi dalam masalah ini, berpuasalah sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya.“ [HR. Imam Ahmad(2047), Ibnu Khuzaimah(2095) dan Baihaqi (8667)]&lt;br /&gt;Namun hadits ini sanadnya lemah, Asy Syaikh Al Albani rahimahulloh menyatakan, “Hadits ini sanadnya lemah karena salah seorang perowinya yang bernama Muhammad bin Abdurrahman bin Abi Laila  jelek hafalannya, selain itu riwayatnya menyelisihi riwayat ‘Atho bin Abi Rabah dan selainnya yang juga meriwayatkan dengan sanad yang shohih bahwa ini adalah perkataan  Ibnu Abbas radhiyallohu anhuma sebagaimana yang disebutkan oleh Thahawi dan Baihaqi [Ta’liq Shohih Ibn Khuzaimah (3/290)] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.	Kesyirikan yang banyak terjadi pada bulan Muharram&lt;br /&gt;Pada bulan Muharram (Suro dalam kalender Jawa), sering dilakukan ritual-ritual adat kebiasaan yang terjadi di masyarakat, seperti larungan di Pantai Laut Selatan, Ngalap berkah di kraton Solo, ruwatan sukerta. Kebiasaan-kebiasaan tersebut justru menjauhkan ummat Islam dari ketauhidan dan menjerumuskan kepada kesyirikan.&lt;br /&gt;6.	Gerakan tarik dana dari perbankan konvensional serta mengalihkannya ke entitas syariah&lt;br /&gt;Sistem perbankan ribawi (konvensional) yang ada telah menghancurkan sendi-sendi ekonomi masyarakat. Di samping itu sistem ekonomi yang dibangun dari sistem ekonomi kapitalis tersebut justru malah semakin membuat orang kaya semakin kaya, sedangkan orang-orang yang miskin justru malah mengirimkan harta mereka kepada orang-orang yang kaya, sehingga kesenjangan sosial justru malah semakin melebar.&lt;br /&gt;Di negeri kita, lebih dari 96 % dana yang ada di perbankan berada di perbankan konvensional. Sedangkan sisanya kurang dari 4 % dana yang berputar di perbankan syariah. Hal ini memerlukan kesadaran kita untuk mengalihkan segala transaksi keuangan kita yang semula berada di perbankan konvensional ke perbankan syari’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khatimah&lt;br /&gt;	Momen tahun baru hijriyah semestinya kita gunakan untuk memperbaiki diri kita. Kita mesti hijrah dari kesempitan yang ada ke kondisi yang lebih lapang/ lebih baik lagi. Jika masih ada sisa-sisa kejahiliyah yang masih bercokol dalam diri kita semestinya kita segera keluar menuju ajaran Islam yang tinggi dan sempurna ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraji’&lt;br /&gt;Abul Hasan ’Ali al Hasani an Nadwi, Sirah Nabawiyah: Sejarah Lengkap nabi Muhammad Saw, Yogjakarta: Mardhiyah Press, 2006&lt;br /&gt;Syauqi Abu Khalil, Atlas Al Qur’an: Membuktikan Kebenaran Fakta Sejarah yang Disampaikan Al Qur’an secara Akurat disertai Peta dan Photo, Jakarta: Almahira, 2008&lt;br /&gt;www.eramuslim.com diakses tanggal 9 Nopember 2011&lt;br /&gt;www.islamhouse.com diakses tanggal 9 Nopember 2011&lt;br /&gt;www.markazassunnah.com diakses tanggal 9 Nopember 2011&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5076159173845054138-268267021327925346?l=warjoko-akhmadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warjoko-akhmadi.blogspot.com/feeds/268267021327925346/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5076159173845054138&amp;postID=268267021327925346&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5076159173845054138/posts/default/268267021327925346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5076159173845054138/posts/default/268267021327925346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warjoko-akhmadi.blogspot.com/2011/11/muharram-momentum-perubahan.html' title='MUHARRAM MOMENTUM PERUBAHAN'/><author><name>Warjoko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01648046721613387822</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_T2xDLJlOchs/SfYrRQKvOaI/AAAAAAAAAAg/SSA2ZC3rW4w/S220/P2270175.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5076159173845054138.post-3862052856503394944</id><published>2011-04-22T02:44:00.001-07:00</published><updated>2011-04-22T02:53:20.121-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Demokrasi'/><title type='text'>Demokrasi Pancasila</title><content type='html'>bagian 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. RUMUSAN PANCASILA &lt;br /&gt;Rumusan Pancasila yang pernah ada adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Rumusan dan Susunan Pancasila Waktu Diusulkan Tanggal 1 Juni 1945 Menjadi Dasar etuhananNegara Indonesia Merdeka&lt;br /&gt;Kebangsaan atau Nasionalisme.&lt;br /&gt;Perikemanusiaan atau Internasionalisme.&lt;br /&gt;Mufakat, Perwakilan, Permusyawaratan.&lt;br /&gt;Kesejahteraan Sosial atau Keadilan Sosial.&lt;br /&gt;Ketuhanan yang berkebudayaan atau Ketuhanan yang berbudi pekerti yang luhur atau K Yang Maha Esa.&lt;br /&gt;2. Rumusan dan Susunan Pancasila Yang Tercantum di Dalam Piagam Jakarta Dan hasil Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia&lt;br /&gt;Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya.&lt;br /&gt;Kemanusiaan yang adil dan beradab.&lt;br /&gt;Persatuan Indonesia.&lt;br /&gt;Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.&lt;br /&gt;Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.&lt;br /&gt;3. Rumusan dan Susunan Pancasila Yang Tercantum Di Dalam Mukaddimah Konstitusi Sementara Republik Indonesia Serikat Dan Mukaddimah Undang-Undang Dasar Sementara Republik Indonesia&lt;br /&gt;Ketuhanan Yang Maha Esa.&lt;br /&gt;Peri kemanusiaan.&lt;br /&gt;Kebangsaan.&lt;br /&gt;Kerakyatan.&lt;br /&gt;Keadilan sosial.&lt;br /&gt;4. Rumusan dan Susunan Pancasila Yang Tercantum Di Dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945&lt;br /&gt;Ketuhanan Yang Maha Esa.&lt;br /&gt;Kemanusiaan yang adil dan beradab.&lt;br /&gt;Persatuan Indonesia.&lt;br /&gt;Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawarat-an/perwakilan.&lt;br /&gt;Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.&lt;br /&gt;5. Rumusan dan Susunan Pancasila Yang Sah dan Benar (dalam konteks negara RI serta hasil Komite Nasional Indonesia Pusat-pen.)&lt;br /&gt;Ketuhanan Yang Maha Esa.&lt;br /&gt;Kemanusiaan yang adil dan beradab.&lt;br /&gt;Persatuan Indonesia.&lt;br /&gt;Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawarat-an/perwakilan.&lt;br /&gt;Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5076159173845054138-3862052856503394944?l=warjoko-akhmadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warjoko-akhmadi.blogspot.com/feeds/3862052856503394944/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5076159173845054138&amp;postID=3862052856503394944&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5076159173845054138/posts/default/3862052856503394944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5076159173845054138/posts/default/3862052856503394944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warjoko-akhmadi.blogspot.com/2011/04/demokrasi-pancasila_7308.html' title='Demokrasi Pancasila'/><author><name>Warjoko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01648046721613387822</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_T2xDLJlOchs/SfYrRQKvOaI/AAAAAAAAAAg/SSA2ZC3rW4w/S220/P2270175.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5076159173845054138.post-327962727584488100</id><published>2011-04-16T02:56:00.000-07:00</published><updated>2011-04-16T02:58:00.524-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Demokrasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pancasila'/><title type='text'>DEMOKRASI PANCASILA</title><content type='html'>&lt;br /&gt;Bangsa Indonesia telah mengenal Pancasila sejak lahirnya istilah Pancasila, 1 Juni 1945, tetapi sesungguhnya unsur-unsur Pancasila telah ada sejak pemerintah kerajaan Majapahit. Dalam hal ini kita dapat mengetahui pada prasasti Telaga Batu, Kedukan Bukit, Karang Brahi, talang Tuo dan Kota Kapur, serta kita dapat mengetahui pada Nagarakartagama, karya Mpu Prapanca dan Sutasoma, karya Mpu tantular. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unsur-unsur Pancasila, yakni ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, tata pemerintahan atas dasar musyawarah dan keadilan sosial telah ada sejak abad XIV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.	UNSUR-UNSUR PANCASILA&lt;br /&gt; Istilah pancasila lahir pada tanggal 1 Juni 1945 dalam Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Ir. Soekarno mengusulkan agar dasar negara Indonesia diberi nama Pancasila. Dasar negara tersebut, Pancasila, kemudian diterima dan ditetapkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 18 Agustus 1945 bersamaan pengesahan UUD 1945.&lt;br /&gt;Unsur-unsur Pancasila terdapat dalam Pembukaan UUD 1945 alinea IV. Rumusan otentik Pancasila tersebut adalah:&lt;br /&gt;1.	Ketuhanan Yang Maha Esa&lt;br /&gt;2.	Kemanusiaan yang adil dan beradab&lt;br /&gt;3.	Persatuan Indonesia&lt;br /&gt;4.	Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan&lt;br /&gt;5.	Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia&lt;br /&gt;Sila-sila dalam Pancasila tersebut merupakan suatu kesatuan yang tidak bisa dilepas pisahkan satu dari lainnya. Tetapi untuk memudahkan dalam memahaminya akan kami jelaskan satu persatu.&lt;br /&gt;1.	Ketuhanan Yang Maha Esa&lt;br /&gt;Ketuhanan berasal dari kata Tuhan , sedangkan Yang Maha Esa  berarti Yang Maha Tunggal, tiada sekutu, Esa dalam Zat-Nya, Esa dalam sifat-Nya, Esa dalam perbuatan-Nya, artinya bahwa Tuhan tidak terdiri dari zat yang banyak lalu menjadi satu, bahwa sifat Tuhan adalah maha sempurna atas segala sesuatu, bahwa perbuatan Tuhan tidak dapat disamai oleh siapa pun.&lt;br /&gt;Keyakinan ini telah berkembang sejak zaman pra sejarah yaitu dengan adanya kepercayaan animisme, dinamisme lalu dengan tersebarnya agama Hindu, Budha, Islam, Kristen Protestan, Kristen Katholik, Konghuchu. Keyakinan tersebut dapat kita runut dalam sejarah Indonesia. Hal ini dapat kita lihat dalam Darji Darmodihardjo dan Burhanuddin Salam mengungkapkan:&lt;br /&gt;Keyakinan adanya Tuhan Yang Maha Esa itu bukanlah suatu dogma atau kepercayaan yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya melalui akal pikiran, melainkan suatu kepercayaan yang berakar pada pengetahuan yang benar yang dapat diuji atau dibuktikan melalui kaidah-kaidah logika.&lt;br /&gt;Atas keyakinan yang demikianlah, maka negara Indonesia berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa dan negara memberikan jaminan kebebasan kepada setiap penduduk untuk memeluk agama sesuai dengan keyakinannya dan beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu. Bagi dan di dalam bangsa Indonesia tidak boleh ada pertentangan dalam hal Ketuhanan Yang Maha Esa, tidak boleh ada sikap dan perbuatan yang anti Ketuhanan Yang Maha Esa dan anti keagamaan, serta tidak boleh ada paksaan dalam agama.  Dengan perkataan lain, di dalam negara Indonesia tidak ada dan tidak boleh ada paham yang meniadakan Tuhan Yang Maha Esa (ateisme), dan yang seharusnya ada ialah Ketuhanan Yang Maha Esa dengan toleransi terhadap kebebasan untuk memeluk agama sesuai dengan keyakinannya dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membuktikan hal ini Sunoto menjelaskan:&lt;br /&gt;Bukti-bukti berupa bangunan misalnya rumah peribadatan dari berbagai agama yaitu masjid, gereja, parisade, vihara, klenteng dan lain-lain.&lt;br /&gt;Bukti-bukti berupa kitab suci misalnya kitab-kitab suci dari berbagai agama dan aliran kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.&lt;br /&gt;Bukti-bukti berupa perbuatan adalah segala kegiatan peribadatan dan keagamaan yang dilakukan oleh berbagai agama dan aliran kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kegiatan keagamaan antara lain berupa penyelenggaraan upacara-upacara keagamaan, peringatan hari-hari besar agama, melaksanakan pendidikan agama, mendirikan rumah-rumah ibadah.&lt;br /&gt;Bukti-bukti lain berupa tulisan berisi karangan, sejarah, dongeng-dongeng dan lain sebagainya yang mengandung nilai-nilai agama dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa misalnya Tajusalatina, Bustanusalatina, Mahabharata, Sanghyang Kamahayanikan, Serat menak, Sunan Kalijaga, dan masih banyak lagi lainnya.&lt;br /&gt;Pada jaman pemerintahan raja Hayam Wuruk Agama Hindu dan Budha diberi tempat yang agung, demikian pula raja-raja Jawa dari kerajaan Islam misalnya Mataram menggunakan sebutan Sayiddin Panatagama. Ditekankan pula bahwa agama adalah pakaian raja atau dalam bahasa Jawa agama ageming aji. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.	Kemanusiaan yang adil dan beradab&lt;br /&gt;Kemanusiaan berasal dari kata dasar manusia  yang mendapat awalan ke dan akhiran an. Manusia merupakan makhluk ciptaan Alloh yang mulia, karena ia dibekali akal dan ruh. Manusia memiliki potensi pikir, rasa, karsa dan cipta. Dengan potensi yang ada, ia dapat mempunyai kedudukan yang baik (ahsanu taqwim), tetapi ketika kemaksiatan dan kubangan dosa yang ada padanya, ia akan jatuh ke derajat yang serendah-rendahnya lagi hina (asfala safilin).&lt;br /&gt;Kemanusiaan terutama berarti sifat manusia yang merupakan esensi dan identitas manusia karena martabat kemanusiaannya (human dignity) . Dalam fitrahnya manusia bersifat membutuhkan orang lain, lemah, bodoh, suka terhadap lawan jenisnya, membutuhkan petunjuk atau jalan yang terang dan lurus.&lt;br /&gt;Adil terutama mengandung arti bahwa suatu keputusan dan tindakan diadakan atas norma-norma yang objektif, jadi tidak subjektif apalagi sewenang-wenang . Adil juga bermakna memberikan hak kepada seseorang sesuai dengan kemampuan dan keahlian serta kedudukan dan kewenangannya.&lt;br /&gt;Beradab berasal dari kata adab yang berarti budaya . Hal ini berarti bahwa sikap hidup, keputusan dan tindakan selalu berdasarkan nilai-nilai budaya, terutama norma-norma sosial, kesusilaan (moral) dan religi (agama).&lt;br /&gt;Kemanusia yang adil dan beradab adalah kesadaran sikap dan perbuatan manusia yang didasarkan kepada potensi budi nurani manusia dalam hubungan dengan norma-norma dan kebudayaan umumnya, baik terhadap diri pribadi, sesama manusia, maupun terhadap alam dan hewan.  Pada prinsipnya kemanusiaan yang adil dan beradab adalah sikap dan perbuatan manusia yang sesuai dengan kodrat hakekat manusia yang berbudi, sadar nilai dan berbudaya. &lt;br /&gt;Tindakan manusia dinilai berdasarkan nilai-nilai peri kemanusiaan atau sesuai dengan hakekat manusia. Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi. Warga negara ini terkenal berwatak ramah-tamah, sopan-santun, lemah-lembut dengan sesama manusia. Mereka selalu menjalin hubungan dengan orang lain ataupun bangsa lain berdasarkan hubungan yang bersifat manusiawi, serta kesadaran bahwa mereka tidak dapat hidup tanpa orang lain atau bangsa lain. Yang pasti manusia selalu membutuhkan kehadiran dan pertolongan pihak lain.&lt;br /&gt;Nilai-nilai yang terkandung pada sila II, Kemanusiaan yang adil dan beradab merupakan nilai-nilai yang universal, tidak memandang ras, suku, warna kulit, agama ataupun keturunan. Manusia pada dasarnya mempunyai kedudukan, harkat dan martabat yang sama, sehingga semua manusia harus mendapatkan perlakuan yang sama, baik dalam pendidikan, hukum, politik dan lain-lain. Prinsip inilah yang dalam terminologi Islam kita kenal dengan al musawah (persamaan).&lt;br /&gt;3.	Persatuan Indonesia&lt;br /&gt;Bangsa Indonesia telah terbiasa untuk hidup dalam masyarakat, gotong royong, bersatu, rukun, kekeluargaan serta bertindak semata-mata bukan karena pertimbangan untung rugi atau atas kepentingan pribadi dan golongan.&lt;br /&gt;Persatuan berasal dari kata satu yang berarti utuh, tidak terpecah-pecah.  Persatuan berarti bersatunya bermacam-macam corak yang beraneka ragam menjadi satu kebulatan.  Corak yang beraneka ragam itu dapat berupa agama, suku bangsa, etnis, warna kulit, model rambut, tempat tinggal, pekerjaan dll.&lt;br /&gt;Indonesia mempunyai dua makna, yaitu secara geografis serta politis. Secara geografis Indonesia berarti sebagian besar wilayah yang terletak di antara 950 – 1410 BB serta 60 LU – 110 LS. Sedangkan secara politis bermakna bangsa yang hidup di dalam wilayah tersebut,  bangsa yang terletak di antara 2 benua, benua Asia dan benua Australia, bangsa yang diapit 2 samudra, samudra Indonesia dan Pasifik, serta bangsa yang terbentang antara Sabang sampai Merauke.&lt;br /&gt;Persatuan Indonesia berarti persatuan bangsa yang mendiami wilayah Indonesia.  Persatuan Indonesia merupakan aspek pemersatu antar berbagai corak keragaman. Hal ini menunjukkan adanya kesatuan negara (wihdatul baldah).&lt;br /&gt;Persatuan Indonesia adalah perwujudan paham kebangsaan Indonesia yang dijiwai oleh ketuhanan Yang Maha Esa serta Kemanusiaan yang adil dan beradab. Karena itu, paham kebangsaan Indonesia tidaklah sempit (chauvinistis), tetapi dalam arti menghargai bangsa lain sesuai dengan sifat kehidupan bangsa Indonesia. &lt;br /&gt;Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang plural  serta heterogen dengan berbagai stratifikasi sosial yang dimiliki seseorang. Pluralisme yang ada disatukan dengan berbagai lambang-lambang persatuan negara ataupun dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika.&lt;br /&gt;4.	Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan&lt;br /&gt;Kerakyatan berasal dari kata rakyat, yang berarti sekelompok manusia yang berdiam dalam suatu wilayah tertentu.  Kerakyatan bermakna bahwa kedaulatan yang tertinggi berada di tangan rakyat. Kerakyatan disebut pula kedaulatan rakyat (rakyat yang berdaulat/berkuasa) atau demokrasi (rakyat yang memerintah). Hal ini berarti bahwa kerakyatan berarti bahwa yang berdaulat atau yang berkuasa adalah rakyat. Rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi, sebagaimana disebutkan dalam Batang Tubuh Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 Bab II Pasal 1 ayat 2, yang berbunyi, “Kedaulatan adalah di tangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat”.&lt;br /&gt;Hikmat kebijaksanaan berarti penggunaan  pikiran atau rasio yang sehat dengan selalu mempertimbangkan persatuan dan kesatuan bangsa, kepentingan rakyat dan dilaksanakan dengan sadar, jujur dan bertanggung-jawab serta didorong oleh itikad baik sesuai dengan hati nurani. &lt;br /&gt;Permusyawaratan adalah suatu cara khas kepribadian Indonesia untuk merumuskan dan atau memutuskan sesuatu hal berdasarkan kehendak rakyat hingga tercapai keputusan yang berdasarkan kebulatan pendapat atau mufakat.  Musyawarah merupakan kebiasaan yang sudah dijalankan sejak awal kehidupan manusia. Di Indonesia musyawarah telah menjadi kebiasaan (fores) masyarakat dengan berbagai bentuknya.&lt;br /&gt;Negara selalu menghadapi berbagai problematika. Dalam usaha menyelesaikan problematika, maka negara membuat kebijakan publik (public policy). Segala jenis kebijakan publik dibuat oleh lembaga-lembaga perwakilan rakyat (parlemen) dengan jalan musyawarah di antara mereka  dengan dilandasi oleh hati nurani serta itikad baik untuk menyelesaikan maslah publik (public problem) tersebut.&lt;br /&gt;Perwakilan adalah suatu sistem arti tata cara (prosedur) mengusahakan turut sertanya rakyat mengambil bagian dalam kehidupan bernegara, antara lain dilakukan dengan melalui badan-badan perwakilan. Dewaa ini, lembaga-lembaga perwakilan yang ada adalah MPR, DPR, DPRD, Badan Perwakilan Desa (BPD). Lembaga-lembaga tersebut merupakan perkumpulan orang-orang yang mewakili rakyat pemilihnya.&lt;br /&gt;Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanan/perwakilan bahwa rakyat yang dalam menjalankan kekuasaannya melalui sistem perwakilan dan keputusan-keputusannya diambil dengan jalan musyawarah yang dipimpin oleh pikirna yang sehat serta penuh tanggung-jawab, baik kepada Tuhan Yang Maha Esa maupun kepada rakyat yang diwakilinya. Atau dengan kata lain, rakyat sebagai pemegang kedaulatan, memberikan kepercayaan kepada orang-orang tertentu untuk menjalankan musyawarah guna menyelesaikan berbagai problem di antara mereka.&lt;br /&gt;5.	Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia&lt;br /&gt;Keadilan sosial berarti keadilan yang berlaku dalam masyarakat di segala bidang kehidupan (ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan keamanan, kemiliteran, lingkungan dan lain-lain) baik material maupun spiritual.  Keadilan sosial adalah sifat masyarakat adil dan makmur berbahagia buat semua orang, tidak ada penghinaan, tidak ada penghisapan, bahagia lahir dan batin. Adil dapat diartikan memberikan kepada orang lain apa yang menjadi haknya dan tahu mana haknya sendiri serta tahu apa kewajibannya kepada orang lain dan dirinya.&lt;br /&gt;Sosial berarti tidak mementingkan diri sendiri saja, tetapi mengutamakan kepentingan umum, tidak individualistik dan egoistik, tetapi berbuat untuk kepentingan bersama. Manusia pada dasarnya sebagai makhluk Alloh, makhluk individu, dan makhluk sosial. Pada hakekatnya manusia menginginkan agar unsur-unsur tersebut mendapat perlakuan yang baik, agar ia dapat berfungsi sebagi makhluk manusia. Suatu kemustahilan jika seorang individu hanya mementingkan diri pribadi tanpa memperhatikan kepentinga masyarakat sama sekali. Sebaliknya Karena orang hidup di masyarakat, maka juga tidak dapat melupakan kepentingannya sendiri. Ketiga peran manusia (makhluk Alloh, makhluk sosial dan individu) harus dijalankan secara seimbang.&lt;br /&gt;Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia berati bahwa setiap orang Indonesai mendapat perlakuan yang adil dalam bidang hukum, politik, ekonomi, dan kebudayaan. Sesuai dengan UUD 1945 makna keadilan sosial mencakup pula pengertian adil dan makmur. &lt;br /&gt;Bangsa Indonesia dikenal masyarakat internasional sebagai bangsa yang bersifat sosial serta berlaku adil terhadap sesama manusia, meskipun belakangan ini sifat tersebut telah memudar – kalau tidak dapat dikatakan hilang sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To be continued&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5076159173845054138-327962727584488100?l=warjoko-akhmadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warjoko-akhmadi.blogspot.com/feeds/327962727584488100/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5076159173845054138&amp;postID=327962727584488100&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5076159173845054138/posts/default/327962727584488100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5076159173845054138/posts/default/327962727584488100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warjoko-akhmadi.blogspot.com/2011/04/demokrasi-pancasila.html' title='DEMOKRASI PANCASILA'/><author><name>Warjoko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01648046721613387822</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_T2xDLJlOchs/SfYrRQKvOaI/AAAAAAAAAAg/SSA2ZC3rW4w/S220/P2270175.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5076159173845054138.post-474146871365817627</id><published>2011-01-20T07:27:00.000-08:00</published><updated>2011-01-20T07:33:12.735-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NASA'/><title type='text'>Tips Memilih Food Suplement Terbaik</title><content type='html'>Suplemen kesehatan ada-lah produk kesehatan yang mengandung satu atau lebih zat yang bersifat nutrisi atau obat. Yang bersifat nutrisi termasuk vitamin, mineral, dan asam –asam amino, sedangkan yang bersifat obat umumnya diambil dari tanaman yang memiliki khasiat sebagai obat. Pada umumnya, food suplement berasal dari bahan–bahan alami tanpa bahan kimia (harus murni) dan merupakan saripati bahan makanan.&lt;br /&gt;Sebelum mengkonsumsi food Suplement tentunya anda harus yakin produk mana yang terbaik dan benar–benar anda butuhkan. &lt;br /&gt;NASA menyediakan suplemen terbaik sesuai kebutuhan anda, diantaranya adalah Natural Lecithin dan Natural Chlorophyllin. Natural Lecithin berfungsi untuk mensuplai nutrisi dasar bagi metabolisme kerja tubuh yang normal, Sedangkan Natural chlorophyllin bermanfaat untuk membantu mendetoksifikasi zat–zat berbahaya atau cemaran dalam tubuh. Kedua suplemen ini terbukti mampu membantu menjaga kesehatan dan membantu penyembuhan berbagai penyakit. Dan yang terpenting adalah aman dan bisa dikonsumsi oleh semua kalangan umur.&lt;br /&gt;Berikut ini tips yang dapat anda gunakan dalam memilih &amp; menggunakan food supplement :&lt;br /&gt;Sesuaikan dengan kebutuhan apakah membantu penyembuhan, menjaga stamina &amp; kesehatan, untuk kecantikan, dan lain-lain.  Jika perlu mintalah petunjuk dari pihak produsen atau ahli kesehatan. &lt;br /&gt;Pelajari suplemen yang anda pilih (baca keterangan produk pada kemasan/label, buku panduan produk, leaflet produk, dan sejenisnya). Pelajari manfaat produk, komposisi bahan, dosis, indikasi, cara penyimpanan, dan petunjuk – petunjuk lain.&lt;br /&gt;Jika anda sudah menemukan food supplement yang tepat, maka sangat penting untuk mengkonsumsi suplemen secara bijaksana sesuai dengan dosis yang dianjurkan&lt;br /&gt;Pastikan food supplement anda aman, keterangan yang anda baca akan sangat membantu memastikan keamanan produk yang dikonsumsi.&lt;br /&gt;Disiplin dan rutin dalam mengkonsumsi sesuai dosis anjuran&lt;br /&gt;Periksa perkembangan setelah mengkonsumsi, yang dapat dinilai secara subyektif (yang dirasakan oleh anda sendiri) dan obyektif (diuji secara klinis maupun laboratorium). Pemeriksaan secara rutin akan sangat baik untuk memantau perkembangan anda.&lt;br /&gt;Pepatah “sedia payung sebelum hujan” dan “menjaga lebih baik dari mengobati” sangat bermanfaat jika anda mengkonsumsi food supplement dengan tujuan untuk membantu penyembuhan. Setelah dinyatakan sembuh (secara subyektif &amp; obyektif menunjukkan perkembangan yang baik) sangat disarankan tetap mengkonsumsi dengan dosis yang sesuai untuk pemulihan dan menjaga kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;From: www.naturalnusantara.co.id&lt;br /&gt;Tanggal Publikasi: 08 Januari 2011, Jam : 08:55:38&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5076159173845054138-474146871365817627?l=warjoko-akhmadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warjoko-akhmadi.blogspot.com/feeds/474146871365817627/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5076159173845054138&amp;postID=474146871365817627&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5076159173845054138/posts/default/474146871365817627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5076159173845054138/posts/default/474146871365817627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warjoko-akhmadi.blogspot.com/2011/01/tips-memilih-food-suplement-terbaik.html' title='Tips Memilih Food Suplement Terbaik'/><author><name>Warjoko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01648046721613387822</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_T2xDLJlOchs/SfYrRQKvOaI/AAAAAAAAAAg/SSA2ZC3rW4w/S220/P2270175.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5076159173845054138.post-7201323543621957227</id><published>2010-12-16T15:19:00.000-08:00</published><updated>2010-12-16T15:21:41.973-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NASA'/><title type='text'>Sinergi NASA dengan Perguruan Tinggi</title><content type='html'>Oleh : NASA MAGAZ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof. Dr.Ir. Irham, MSc, Direktur Magister Manajemen Agribisnis UGM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Prof. Irham, NASA bepotensi menjadi perusahaan nasional yang cukup besar dan berperan penting dalam menentukan arah agrokompleks bangsa. “Saya kira NASA itu perusahaan yang berkembang pesat,” pendapatnya. “Saya memang tidak begitu tahu soal internal manajemennya, tapi kalau dilihat dari aktifitasnya selama ini, mereka cukup berkembang dengan baik.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Banyak ahli-ahli UGM dan Perguruan Tinggi dalam negeri lainnya dipakai oleh perusahaan-perusahaan asing,” provokasi Irham. “Sekarang ini kita memang dikuasai perusahaan-perusahaan asing, saya pikir NASA harus mampu sentuh itu, menjadi perusahaan agro nasional yang menginternasional,” pungkasnya pada NASA Magz&lt;br /&gt;Bisnis NASA merupakan bisnis yang positif dan produk-produknya dibutuhkan pasar. “Produk-produk yang mereka kembangkan adalah produk-produk yang sedang tren. Dan menurut teori, barangsiapa menguasai tren maka mereka akan menguasai pasar,” papar ahli Ekonomi Sumberdaya Pertanian dan Lingkungan ini.&lt;br /&gt;“Saya dengar mereka juga telah mengembangkan pasar hingga ke Malaysia, dengan membuka corn estate, kalau berhasil saya akan ke sana, saya ingin melihat langsung,” begitu kata Irham .&lt;br /&gt;“Selain itu, kelihatannya mereka juga mulai mengembangkan ke arah penerbitan juga. Saya kira, perusahaan agribisnis yang menguasai penerbitan ini masih jarang, kalau memang demikian maka baru NASA  dan itu bagus, selain untuk promosi produk-produk mereka, juga ikut mengembangkan wacana masyarakat tentang potensi agribisnis kita.”&lt;br /&gt;Ke depan, menurut mantan aktivis mahasiswa ini, NASA harus banyak bersinergi dengan kalangan Perguruan Tinggi. “Banyak ahli-ahli UGM dan Perguruan Tinggi dalam negeri lainnya dipakai oleh perusahaan-perusahaan asing,” provokasi Irham. “Sekarang ini kita memang dikuasai perusahaan-perusahaan asing, saya pikir NASA harus mampu sentuh itu, menjadi perusahaan agro nasional yang menginternasional,” pungkasnya pada NASA Magz. (Vie)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal Publikasi: 16-DESEMBER-2010, Jam : 08:58:45&lt;br /&gt;From : www.naturalnusantara.co.id		&lt;br /&gt;				&lt;br /&gt;	&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;	&lt;br /&gt;	&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;	&lt;br /&gt;	&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;	&lt;br /&gt;		&lt;br /&gt;  	  	  	&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;			&lt;br /&gt;  	  	  	  	&lt;br /&gt;  	 &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5076159173845054138-7201323543621957227?l=warjoko-akhmadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warjoko-akhmadi.blogspot.com/feeds/7201323543621957227/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5076159173845054138&amp;postID=7201323543621957227&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5076159173845054138/posts/default/7201323543621957227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5076159173845054138/posts/default/7201323543621957227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warjoko-akhmadi.blogspot.com/2010/12/sinergi-nasa-dengan-perguruan-tinggi.html' title='Sinergi NASA dengan Perguruan Tinggi'/><author><name>Warjoko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01648046721613387822</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_T2xDLJlOchs/SfYrRQKvOaI/AAAAAAAAAAg/SSA2ZC3rW4w/S220/P2270175.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5076159173845054138.post-398584145777746658</id><published>2010-12-16T14:44:00.000-08:00</published><updated>2010-12-16T14:47:10.704-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UMKM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wirausaha'/><title type='text'>Modal Bukan Segalanya</title><content type='html'>Modal Bukan Segalanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin, Senin bertepatan dengan tanggal 13 Desember 2010 atau 7 Muharom 1432 H salah seorang mengirimkan SMS, “Mas klw d tutup semua bs g ngajukn kredit br 15jt bn usahaq g tanggung malah mepet untgnx.” Orang ini sebelumnya telah bertransaksi dengan sebesar 5 juta untuk usahanya, tetapi ada kendala dalam pembayaran kembali nilai transaksi tersebut. Lantas SMS itu dibalas dengan jawaban begini, ”Mohon maaf mbak, diselesaikan sj dl kredit (pen.) yg ada. Masalah pengajuan kembali akan ada analisa tersendiri.”&lt;br /&gt;Pada kesempatan kali ini saya akan sedikit menguraikan 2 SMS di atas. Saya akan berusaha untuk mendalami SMS yang  pertama terlebih dahulu dengan mencoba untuk berfikir tentang apa yang ada di benak pengirim SMS (Orang Pertama). Selanjtnya saya akan mencoba untuk memahami juga pola fikir orang yang membalas SMS (Orang Kedua).&lt;br /&gt;Pada saat sarana komunikasi sudah semakin canggih seperti ini. Seseorang dengan sangat mudah untuk mengirimkan pesan kepada orang lain. Hanya dalam hitungan detik, atau bahkan kurang dari itu pesan itu sudah bisa diterima oleh penerima pesan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola Fikir Orang Pertama&lt;br /&gt;	Orang Pertama adalah seorang pelaku usaha (pengusaha) yang menjalankan usahanya dengan meminjam uang dari pihak lain untuk mengembangkan usahanya. Dengan meminjam uang dari pihak lain, ia akan dapat memutar usahanya dengan lebih cepat, sehingga akan mendatangan keuntungan yang lebih besar lagi.&lt;br /&gt;Dalam menjalankan sebuah usaha, kita dapat memulai usaha itu dari modal sendiri atau meminjam kepada pihak lain. Hanya saja perlu dipertimbangkan bagaimana skala usaha yang akan kita jalankan. Apakah ia usaha mikro, kecil, menengah atau besar? Untuk setiap usaha tersebut apabila mau dijalankan dengan modal dari pihak lain, serta belum mempunyai keahlian yang kompeten akan menyebabkan bumerang bagi para pelaku usaha sendiri.&lt;br /&gt;Hampir sebagian besar usaha yang ada saat sekarang ini, dimulai dengan nilai kerugian pada awalnya. Ketika usaha tersebut dimanage dengan baik, efektif dan efisien, cepat atau lambat usaha tersebut akan menghasilkan keuntungan yang maksimal.&lt;br /&gt;Ketika pada awal waktu ini, kita selaku pengusaha, mesti harus mengembalikan sebagian atau seluruh dana yang kita pinjam dari pihak lain, maka akan menjadi bumerang jika kita tidak dapat mengatur arus perputaran uang (Cashflow) atas usaha kita. Bisa-bisa nanti kita malah jadi buronan pemilik dana. &lt;br /&gt;Saat memulai sebuah usaha baru, mulailah dari modal yang secukupnya agar kita menjadi orang yang mempunyai keahlian, kompetensi dengan usaha kita itu baru meningkatkan struktur permodalan kita.&lt;br /&gt;Pada SMS yang dikirimkan oleh Orang Pertama diketahui bahwa ia telah ada kendala dalam pengaturan perputaran uang (Cashflow) pada usahanya, terutama dalam hal pengembalian dana pinjaman yang ia dapatkan dari orang kedua. &lt;br /&gt;Hal yang semestinya dilakukan oleh Orang Pertama adalah mengatur perputaran uangnya (Cashflow), mendahulukan kewajiban kepada pihak pemberi pinjaman (Orang Kedua), mengambil ’gaji’ sesuai dengan kondisi keuangan usahanya. Kesalahan yang sering dilakukan oleh seorang pengusaha pemula adalah mencampuradukkan uang pribadi, uang keluarga dan uang perusahaan. Hal inilah yang mesti harus dihindari oleh seorang pengusaha, agar usahanya dapat berkembang dengan pesat.&lt;br /&gt;Selain itu, usahakanlah untuk memulai sebuah usaha, ketika kita belum terlalu diburu oleh kebutuhan hidup kita. Bukan saat kita sudah mempunyai kebutuhan yang sangat banyak atau sudah harus menanggung kelangsungan hidup rumah tangga. Hal inilah yang terkadang menyebabkan kita tidak mampu memisahkan 3 jenis uang tersebut (uang pribadi, uang keluarga dan uang perusahaan). Ketika kebutuhan pribadi dan keluarga mendesak untuk dipenuhi, maka jalan yang cepat adalah dengan cara mengambil uang perusahaan tanpa terkendali. Hal inilah yang menyebabkan kehancuran perusahaa yang kita dirikan.&lt;br /&gt;Dalam SMS Orang Pertama juga tersirat jika pinjaman (modal) diperbesar maka untuk akan semakin besar. Sebagian besar masyarakat kita mengangggap bahwa pinjaman dana yang didapatkan dari pihak lain akan meningkatkan permodalan kita. Hal ini disebabkan karena masyarakat kita masih awam dengan laporan keuangan. Pinjaman yang kita dapatkan dari pihak lain sesungguhnya terdapat pada posisi Aktiva di Neraca Usaha kita, bukan pada posisi modal (Equity). Modal Perusahaan kita semestinya terdiri dari modal yang kita tanamkan, modal investor lain, laba yang ditahan. &lt;br /&gt;Dengan adanya suntikkan dana, baik dari pinjaman atau investor lain, secara umum akan dapat meningkatkkan omzet usaha kita. Dengan adanya peningkatan omzet dan beaya yang relatif stagnan, akan dapat meningkatkan laba, sehingga laba yang kita tahan akan semakin meningkat. Sehingga, modal kita akan semakin besar.&lt;br /&gt;Sebagaimana disinggung oleh Robert T. Kiyosaki, sebuah kapal yang besar memerlukan pemberat agar kapal itu dapat berjalan di tengah lautan yang ganas, tetapi sebuah perahu kecil tidak memerlukan sebuah pemberat agar perahu itu dapat berlayar di tengah lautan. Nah, begitu juga dengan perusahaan kita. Jika usaha kita masih sangat kecil tidak memerlukan pinjaman dari pihak lain agar usaha kita dapat berjalan dengan baik.&lt;br /&gt;Ketika kita sudah memerlukan pemberat dalam usaha kita agar dapat berjalan dengan lebih cepat, maka berlatihlah dengan pemberat yang kecil (misal 1 juta, 2 juta dst) jangan langsung ada pemberat yangbesar (misal 1 milyar) pada usaha kita. Padahal usaha kita baru dengan modal jutaan rupiah saja, hal ini akan menyebabkan perusahaan kita langsung karam di pinggir lautan sebelum kita mau berlabuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola Fikir Orang Kedua&lt;br /&gt;	Dengan membaca SMS yang dikirimkan oleh Orang Kedua, saya menarik kesimpulan bahwa ia berorientasi agar Orang Pertama menyelesaikan tanggungannya terlebih dahulu, tidak memberikan jawaban ya atau boleh pada rencana kredit yang mau diajukan oleh Orang Pertama.&lt;br /&gt;Hal ini bisa dipahami karena Orang Kedua setelah bekerjasama dengan Orang Pertama sudah dapat mengetahui dengan lebih baik, bagaimana usaha yang dijalankan oleh Orang Pertama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian tulisan singkat ini, semoga bermanfaat bagi kita semuanya. Amiin.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5076159173845054138-398584145777746658?l=warjoko-akhmadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warjoko-akhmadi.blogspot.com/feeds/398584145777746658/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5076159173845054138&amp;postID=398584145777746658&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5076159173845054138/posts/default/398584145777746658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5076159173845054138/posts/default/398584145777746658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warjoko-akhmadi.blogspot.com/2010/12/modal-bukan-segalanya.html' title='Modal Bukan Segalanya'/><author><name>Warjoko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01648046721613387822</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_T2xDLJlOchs/SfYrRQKvOaI/AAAAAAAAAAg/SSA2ZC3rW4w/S220/P2270175.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5076159173845054138.post-7350543930543589485</id><published>2010-10-08T10:37:00.000-07:00</published><updated>2010-10-08T21:02:20.447-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi Islam'/><title type='text'>Ekonomi Islam</title><content type='html'>&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMARKET%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="Edit-Time-Data" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMARKET%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_editdata.mso"&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="State"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} h1 	{mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0cm; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0cm; 	mso-pagination:widow-orphan; 	mso-outline-level:1; 	font-size:24.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	font-weight:bold;} a:link, span.MsoHyperlink 	{color:blue; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed 	{color:purple; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} p 	{mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0cm; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0cm; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:466288794; 	mso-list-template-ids:1898249366;} @list l0:level1 	{mso-level-tab-stop:36.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} ol 	{margin-bottom:0cm;} ul 	{margin-bottom:0cm;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;h1 style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;EKONOMI ISLAM: PERSPEKTIF DAN CABARAN&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1026" type="#_x0000_t75" alt="Quantcast" style="'width:.75pt;height:.75pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\MARKET~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.gif" href="http://pixel.quantserve.com/pixel/p-ab3gTb8xb3dLg.gif"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/MARKET%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="Quantcast" shapes="_x0000_i1026" width="1" height="1" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;em&gt;Profesor Dato’ Dr. Mansor &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;Md.&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; Isa&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;em&gt;Pengarah, Jabatan Pengajian &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Malaysia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, Universiti Kaherah&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;PENGENALAN&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ekonomi bukanlah persoalan baru dalam Islam. Perancangan dan aktiviti ekonomi telah berlaku dalam zaman Nabi Yusuf a.s yang menjadi Menteri Ekonomi pertama di Mesir. Baginda telah meletakkan asas Ilmu Ekonomi dengan membuat satu perancangan rapi bagi memastikan negara mempunyai bekalan yang mencukupi apabila menghadapi musim kemelesetan. Namun begitu kegiatan ekonomi pada awal Islam agak terbatas dengan kegiatan jual-beli sahaja di pasaran yang mudah. Mulai abad kedua Hijrah bermulalah beberapa kajian mengenai kegiatan ekonomi secara khusus dan lahirlah tulisan-tulisan mengenai hukum riba, sistem harga, monopoli, percukaian, zakat, kewangan kerajaan dan sebagainya. Tulisan-tulisan ini membicarakan hukum hakam muamalat mengikut mazhab masing-masing.&lt;a href="http://sujanuhm.wordpress.com/2010/02/20/ekonomi-islam-perspektif-dan-cabaran/#_ftn1"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dua tokoh yang sering disebut sebagai bapa Ekonomi Islam ialah Ibni Taymiyah (1262-1328 Masehi) dan Ibn Khaldun (1332-1406 Masehi). Ibn Taimiyah yang berpusat di Damsyik adalah terkenal dengan pandangannya mengenai harga setara, pasaran sempurna, kawalan harga, monopoli, penyorokan dan spekulasi. Manakala Ibn Khaldun pula, di dalam kitabnya yang terkenal, iaitu Mukaddimah Ibn Khaldun, menyentuh banyak perkara ekonomi seperti nilai, buruh, sistem harga, hukum permintaan dan penawaran, penggunaan dan pengeluaran, wang, modal, kewangan negara, dll. Beliau yang berasal dari Haramaut dan berpindah ke Andalus merupakan tokoh ekonomi dengan pemikiran ekonomi yang penting yang mendahului Adam Smith dengan jarak waktu 400 tahun.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Walaubagaimana pun momentum pengembangan ilmu Ekonomi Islam ini mengalami kemerosotan bersama dengan zaman kejatuhan empayar Islam yang berlaku disekitar kurun ke 13 Masehi. Inilah zaman kegelapan Islam di mana masalah politik dan sosial di kalangan umat Islam telah menjadi kucar-kacir sehingga membantutkan isnstitusi keilmuan. &lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; ilmuan tidak mampu lagi mengkaji dan berijtihad. Mereka hanya mampu bertaklid dan dengan rela hati menutup pintu ijtihad. Ilmu Ekonomi Islam yang yang di asaskan oleh Ibn Taimiyah dan Ibn Khaldun dan yang lain sebelum mereka tidak dikembangkan dan hanya tersimpan dalam kitab-kitab kuning tanpa waris untuk menyambung usaha mereka.&lt;a href="http://sujanuhm.wordpress.com/2010/02/20/ekonomi-islam-perspektif-dan-cabaran/#_ftn2"&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selepas dari tempoh ini penumpuan ilmu beraleh ke Barat. Lahirlah tokokh ilmu ekonomi Barat seperti Adam Smith (1723-1790), David Ricardo (1772-1823), J.S. Mills (1806-1873), Irving Fisher (1867-1947), John Maynard Keynes (1883-1946), dan lain-lain. Cendikiawan dari negara Islam pula menghala ke Barat untuk menuntut ilmu yang kemudiannya diterapkan amalannya di negara masing-masing. &lt;span style="" lang="DE"&gt;Zaman kejatuhan kegemilangan Islam juga berganti dengan zaman penjajahan kuasa Barat ke atas negara-negara Islam. Maka dengan strategi serampang dua mata ini, iaitu melalui penjajahan politik dan penjajahan ilmu, boleh dikatakan kesemua negara Islam kini mengamalkan sistem pemerintahan dan sistem ekonomi Barat yang dikatakan sekular itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Natijah daripada sejarah pengembangan ilmu yang yang tebantut itu, persoalan yang mendepani kita ialah apa dia dan di mana dia Ekonomi Islam? Adakah sistem ekonomi Barat sesuai di amalkan oleh umat, negara dan masyarakat Islam dengan pengubahsuaian yang sewajarnya (proses Islamisasi)? Atau, adakah Ekonomi Islam itu merupakan satu bidang ilmu yang sama-sekali berlainan dari Ekonomi Barat sehinggakan tidak mungkin ianya diubahsuai daripada acuan ekonomi konvensional? Pendekatan kedua ini kurang praktikal kerana adanya tempoh beku dalam ilmu ekonomi Islam selepas zaman Ibn Khaldun. Pendekatan pertama lebih mudah dan lebih praktikal memandang kepada kemantapan dari segi teori dan amalan ekonomi konvensional. Para ilmuan Islam boleh menggunakan ekonomi konvensional sebagai titik tolak dan membuat penyaringan untuk mengambil perkara yang dibenarkan Islam, mengubahsuai perkara yang tidak sesuai dan menolak yang jelas tidak dibenarkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM: BEBERAPA ISU&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Teori Penggunaan &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Apabila membicarakan mengenai ilmu ekonomi kita sebenarnya membicarakan gelagat manusia untuk memenuhi keinginannya yang tiada berbatas dengan menggunakan sumbernya yang terbatas. Manusia (atau pengguna) kemudiannya dikembangkan pula kepada entiti yang lebih luas, iaitu firma dan kerajaan. Inilah definisi asas Ilmu Ekonomi. Ekonomi Islam pula boleh diberi definisi berikut: Satu bidang ilmu yang mengkaji gelagat pengguna yang mempunyai keinginan yang tidak terhad menggunakan sumbernya yang terhad bagi mendapatkan pahala yang maksimum (kebahagian di dunia dan akhirat).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Apabila kita membuat perbandingan di antara dua definisi di atas, kita dapati bahawa Islam mengutamakan pahala maksimum bukannya kepuasan maksimum. Disamping itu Islam juga percaya bahawa setiap manusia itu diperuntukkan rezkinya oleh Tuhan. Saya berpendapat definisi konvensional lebih mudah kerana kita memahami proses yang berlaku bagi seorang pengguna dalam memuaskan kehendaknya. Kita juga boleh memodelkan apa yang dimaksudkan dengan ”penggunaan” yang membawa kepada pencapaian ”kepuasan” atau dalam bahasa ekonomi disebut ”utiliti”. Model ini merupakan asas kepada teori permintaan dalam ilmu ekonomi konvensional.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Ekonomi Islam pula menyebut objektif penggunaan sebagai mencapai pahala maksimum (atau untuk mencpai kebahagiaan di dunia dan di akhirat). Dalam hal ini pahala adalah urusan Tuhan yang merupakan fungsi kepada beberapa variable lain yang abstrak seperti keikhlasan, niat, situasi, dan lain-lain. Bagaimanakah objektif penggunaan ini hendak dimodelkan sehingga ia boleh membawa kepada teori permintaan? Walaupun ada percubaan untuk memodelkan fungsi permintaan Islam ini tetapi sehingga kini belum diterima dengan meluas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Teori Pengeluaran&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Unsur yang paling penting dalam menetukan teori penawaran ialah hasrat manusia untuk mendapat untung yang maksimum. Oleh itu firma akan menjalankan segala usahanya untuk mencapai jumlah hasil yang maksimum dengan kos yang minimum. &lt;/span&gt;Objektif memaksimumkan untung ini merupakan idea ciptaan Adam Smith dalam bukunya The Wealth of Nations yang diterbitkan dalam tahun 1776. Beliau mengutarakan pandangan bahawa setiap manusia didorong oleh ”suatu tangan yang tidak kelihatan” untuk melakukan sesuatu perkerjaan yang pada zahirnya nampak mulia, tetapi sebenarnya orang itu melakukannya untuk mendapat untung bagi dirinya sendiri. Pengusaha kilang kasut, contohnya, bukanlah berniat untuk menyediakan pakaian kepada orang ramai, tetapi beliau membuat kasut demi mencari keuntungan untuk dirinya sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lihat petikan di bawah daripada ”The Wealth Of Nations”:&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;…every individual necessarily labours to render the annual revenue of the society as great as he can. He generally, indeed, neither intends to promote the public interest, nor knows how much he is promoting it. By preferring the support of domestic to that of foreign industry, he intends only his own security; and by directing that industry in such a manner as its produce may be of the greatest value, he intends only his own gain, and he is in this, as in many other cases, led by an&lt;u&gt; invisible hand&lt;/u&gt; to promote an end which was no part of his intention. Nor is it always the worse for the society that it was no part of it. By pursuing his own interest he frequently promotes that of the society more effectually than when he really intends to promote it. I have never known much good done by those who affected to trade for the public good.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ramai para ilmuan Ekonomi Islam mempertikai objektif memaksimumkan untung ini dengan menekankan bahawa ianya bercanggah dengan Islam. Objektif ini digambarkan sebagai sesuatu yang tidak bermoral, malah boleh membawa kepada amalan kegiatan haram seperti penindasan, riba, penipuan dan sebagainya. Pengeluar Islam boleh menjadikan keuntungan yang berpatutan sebagai objektifnya, tetapi harus juga mengambil kira aktiviti ekonomi sebagai suatu ibadat yang harus disertai dengan niat yang ikhlas. Selain dari itu pengeluar Islam juga harus memenuhi tuntutan fardhu kifayah dan mematuhi prinsip-prinsip syariah seperti, keadilan, khidmat masyarakat, keuntungan yang sederhana, dan sebagainya. Dapat dilihat bahawa ruanggerak pengeluar Islam mempunyai batasan-batasan yang lebih berbanding dengan kawannya yang konvensional. Adakah kekangan yang banyak ini menjejaskan kemampuan pengeluar Islam untuk bersaing dengan rakannya yang konvensional?&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari segi teori, Metwally (1989) telah memasukkan factor zakat dalam analisis keluk hasil dan kos dan mendapati titik keseimbangan pengeluar Islam adalah lebih tinggi berbanding pengeluar konvensional. Ini bermakna jika pengeluar Islam sememangnya mematuhi kehendak Islam maka kesejahteraan yang dicapai oleh masyarakat Islam seharusnya lebih baik daripada masyarakat bukan Islam. Namun begitu kita harus ingat bahawa kebagusan sesuatu teori harus dilandaskan keatas amalan yang berfaedah. &lt;span style="" lang="DE"&gt;Dan ini memerlukan kajian empirikal yang khusus dan teliti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Faktor Pengeluaran&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Dalam bidang agihan pendapatan Ekonomi Islam menggariskan adanya pulangan kepada faktor pengeluaran dan juga ada habuan untuk bukan faktor. Ekonomi Islam hanya mengiktiraf tiga faktor pengeluaran iaitu, Manusia, Tanah dan Pengusaha. Ini berbeza daripada Ekonomi konvensional yang menyatakan ada empat faktor pengeluaran, iaitu Boroh, Tanah, Modal dan Pengusaha (ada juga penulis yang menjadikan Teknologi sebagai faktor pengeluaran kelima). Walaupun terdapat tiga faktor yang bersamaan, namun terdapat perbezaan yang ketara mengenai pendekatan Ekonomi Konvensional dan Ekonomi Islam terhadap faktor-faktor ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Tanah merangkumi segala kekayaan dan khazanah yang terdapat di bumi laut dan udara. Ini adalah anugerah Tuhan kepada manusia. Ekonomi konvensional hanya menyebut manusia harus mengambil kekayaan bumi ini dan menggunakannya atau memprosesnya untuk menjadikan barang penggunaan selagi mana ada permintaan untuknya. Islam juga menggalakkan manusia menikmati kekayaan ini, tetapi ada batasan dan syaratnya, seperti tidak merosakkan alam, tidak mengeluarkan barang haram, dan sebagainya. Mengenai faktor Tanah, nampaknya tiada perbezaan yang ketara di antara ekonomi konvensional dan ekonomi Islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Bagi faktor Modal dan Pengusaha, terdapat perbezaan yang penting di antara pendekatan ekonomi konvensional dan ekonomi Islam yang mempunyai implikasi yang besar. Mengenai Modal, Islam tidak tidak mengiktiraf modal pinjaman sebagai faktor pengeluaran tetapi hanya mengiktiraf modal ekuiti, manakala ekonomi Islam mengiktiraf hutang dan ekuiti sebagai sumber modal yang penting. Malah terdapat teori gelagat firma yang agak mantap mengenai campuran modal, iaitu adanya campuran yang optimum di antara hutang dan ekuiti. Disebabkan ilmuan ekonomi Islam kini sudah sependapat bahawa faedah keatas pinjaman adalah riba, maka perbincangan mengenai campuran modal dalam perniagaan Islam tidak releven kerana kesemua pembiayaan firma adalah melalui ekuiti. Adakah ini meletakkan firma Islam dalam keadaan kurang berdaya saing kerana pada teorinya, kos modal ekuiti adalah lebih tinggi daripada kos hutang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Seperkara yang perlu diberi perhatian oleh ilmuan ekonomi Islam ialah amalan menyamatarafkan Modal Ekuiti dan Pengusaha (tanpa modal) dalam tuntutan ke atas keuntungan firma. Prinsip inilah yang mendasari amalan mudarabah oleh perbankan Islam di mana bank akan menyediakan wang modal dan Pengusaha akan menyumbangkan usaha dan kemahiran pengurusanya. Kedua-dua pihak akan berkongsi keuntungan yang terhasil, manakala kerugian sepenuhnya ditanggung oleh bank. Ini berbeza daripada ekonomi konvensional yang mengiktiraf penyumbang modal ekuiti sebagai pemilik firma manakala Pengusaha tanpa modal sebagai pekerja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Persoalannya di sini ialah model mudarabah dalam pembiayaan firma telah menemui kegagalan. Ini telah dibuktikan daripada data-data sejarah perbankan Islam di Malaysia dan di negara lain. Kegagalan ini mudah diterangkan: Pengusaha (Islam atau bukan Islam) akan cenderung untuk menggunakan pembiayan mudarabah untuk projek berisiko tinggi, dan menggunakan pembiayaan konvensional untuk projek berisiko rendah.&lt;/span&gt;&lt;a href="http://sujanuhm.wordpress.com/2010/02/20/ekonomi-islam-perspektif-dan-cabaran/#_ftn3"&gt;[3]&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Ekonomi Tanpa Faedah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada hari ini nampaknya ilmuan Islam tidak lagi membincangkan status halal atau haramnya faedah bank, sebaliknya telah sepakat menerima bahawa faedah bank adalah riba dan ianya haram dalam Islam.&lt;a href="http://sujanuhm.wordpress.com/2010/02/20/ekonomi-islam-perspektif-dan-cabaran/#_ftn4"&gt;[4]&lt;/a&gt; Namun begitu amalan ekonomi berasas faedah begitu meluas dan merangkumi sistem ekonomi yang menyentuh individu, firma dan juga kerajaan. Serentak dengan pengharaman faedah, maka banyak aspek ilmu ekonomi perlu ditulis semula. &lt;span style="" lang="DE"&gt;Ini termasuklah konsep nilai masa wang, mekanisma hutang untuk individu firma dan kerajaan, operasi bank pusat, dan sebagainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Sebagai contoh, kadar faedah digunakan sebagai sendi untuk menerangkan gelagat manusia mengagihkan pendapatan dan perbelanjaan mengikut masa. &lt;/span&gt;Kadar faedah juga amat penting dalam analisis pelaburan, untuk mendapatkan nilai kini dan nilai hadapan pelaburan dan membuat perancangan pelaburan. Kadar faedah adalah penentu asas kepada kadar diskaun dan kadar kompaun dalam pengiraan nilai masa wang ini. Apakah kadar yang hendak digunakan jika faedah dikeluarkan daripada kamus ekonomi kewangan Islam?&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Satu lagi implikasi penting ialah penghapusan pasaran bon. Pasaran bon digunakan dengan meluas oleh korporat dan kerajaan untuk mendapatkan dana bagi membiayai projek-peojek pelaburan. Firma yang ingin menambah modal atau membiayai projek pelaburan tiada pilihan melainkan menerbitkan ekuiti tambahan. Ini semestinya merupakan kekangan terhadap operasi firma. Kerajaan juga tidak lagi dapat menerbitkan bon kerjaan bagi membiayai projek pembangunan. Jika negara mengamalkan belanjawan kurangan, sumber kewangan yang terbuka adalah pencetakan wang tambahan dan ekuiti (Habibi 1987). Tapi apakah dia ekuiti kerajaan itu, dan apakah tarikan pelabur untuk melanggannya?&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Bank pusat menggunakan mekanisma operasi pasaran terbuka untuk mengawal penawaran wang dalam ekonomi. Penghapusan faedah bermakna Bank Pusat perlu mendapatkan alternatif lain. Dalam hubungi ini para ilmuan Islam telah mengutarakan berbagai pilihan untuk kerajaan mengamalkannya. Berbagai pandangan telah diutarakan, terutama oleh Siddqi (1970), Iqbal dan Khan (1981) dan Chapra (1985). Di antara mekanisma yang dicadangkan termasuklah Nisbah Pembiayan Semula, Nisbah Perkongsian Untung, Nisbah Rizab dan Sijil Simpanan Pusat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di Malaysia usaha memartabatkan perbankan Islam menunjukkan kejayaan yang terhad. Ia dimulai dengan penggubalan Akta Perbankan Islam 1983 yang menubuhkan bank Islam hinggalah kepada beberapa pindaan akta-akta berkaitan bagi membolehkan bank-bank konvensional turut membuka kaunter yang menawarkan perkhidmatan perbankan dan kewangan Islam. Di samping itu, pelbagai infrastruktur dan prasarana sokongan kepada industri perbankan Islam turut diperkenalkan seperti penubuhan syarikat takaful dan mewujudkan pasaran modal Islam. &lt;span style="" lang="DE"&gt;Hingga kini terdapat 30 institusi kewangan dan perbankan menawarkan produk dan perkhidmatan berasaskan syariat Islam. Malangnya jika diukur daripada jumlah keseluruhan penguasaan pasaran perbankan, industri perbankan Islam hanya menguasai sekitar 12 peratus daripada keseluruhan pasaran dana perbankan (Laporan Tahunan Bank Negara 2005).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Kesimpulan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kertas ini tidak bertujuan untuk mengupas secara menyeluruh isu mengenai perspektif dan cabaran ekonomi Islam. &lt;span style="" lang="DE"&gt;Objektif kertas ini hanyalah memberi beberapa pandangan mengenai beberap isu yang mendasari ekonomi Islam. Persoalan pokok yang hendak diutarakan ialah sama ada ilmu ekonomi Islam pada hari ini mampu menyediakan satu alternatif yang lebih baik dari ekonomi konvensional. Jawapan yang didapati adalah tidak menyakinkan. Setakat ini ekonomi Islam masih ditahap pengkajian dan percubaan. Ini merangkumi keseluruhan kerangka ilmu ekonomi daripada ekonomi mikro kepada ekonomi makro, daripada teori utiliti kepada teori ekonomi pembangunan dan kebajikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Terdapat banyak cabaran yang harus dilalui oleh para cendikiawan Islam untuk mengembangkan dan memantapkan ilmu ekonomi Islam. Setelah menjadi mantap ia harus pula diyakinkan kepada penggunanya, iaitu individu, negara dan masyarakat Islam. Cabaran yang amat nyata di sini ialah ekonomi konvensional itu sendiri telah berakar umbi dikalangan individu dan negara, Islam dan bukan Islam, dan diamalkan secara meluas dan menyeluruh, walaupun terdapat beberapa kelemahan dalam perlaksanaannya. Islamisasi yang menyeluruh hendaklah dilakukan ke atasnya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Satu contohnya yang khusus ialah mengenai perbankan Islam. Kajian empirikal mengenai prestasi perbankan Islam di Malaysia dan negara lain yang mengamalkan dwi sistem mendapati produk perbankan Islam mempunyai tahap kecekapan yang kurang berbanding dengan produk perbankan konvensional. Model mudarabah dalam pembiayaan perniagaan adalah satu kegagalan tetapi penulisan mengenai perbankan Islam masih menekankan ianya adalah sesuatu yang baik. &lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; penyokongnya mengatakan kelemahan adalah pada perlaksanaan bukan pada modelnya. Apa baiknya sesuatu model jika tidak dapat diamalkan?&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Seperkara yang perlu diberi pertimbangan ialah perlunya gabungan para ilmuan dua bidang, iaitu ekonomi konvensional dan ekonomi syariah. Ini adalah perlu kerana bidang pengajian dewasa ini amat menekankan pengkhususan sehingga seseorang itu menjadi pakar dalam bidang yang amat kecil skopnya. Mana-mana satu golongan secara bersendirian amat sukar untuk menghasilkan model ekonomi Islam yang tahan diuji apabila berhadapan dengan ekonomi konvensional.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Rujukan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sarimah      Hanim Aman Shah, ”Ekonomi dari Perpektif Islam”, Penerbit Fajar Bakti,      2006.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Virginia      Hooker and Amin Saikal (editors), ”Islamic Perspectives on the New      Millenium”, ISEAS, 2004.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Azlan      Khalil Shamsudin dan Siti Khursiah Mohd Mansor, “Pengantar Ekonomi Islam”,      iBook, 2006.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Surtahman Kastin Kasan dan Sanep      Ahmad, “Ekonomi Islam: Dasar dan Amalan”, Dewan Bahasa dan Pustaka, Edisi      Kedua, 2005.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mustafa      Dakian, “Sistem Kewangan Islam”, Utusan Publications, 2005.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;  &lt;hr width="100%" align="center" size="1"&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://sujanuhm.wordpress.com/2010/02/20/ekonomi-islam-perspektif-dan-cabaran/#_ftnref1"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt; Surtahman K.H. dan Sanep Ahmad, Ekonomi Islam: Dasar dan Amalan, DBP, 2005, xx-xxi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://sujanuhm.wordpress.com/2010/02/20/ekonomi-islam-perspektif-dan-cabaran/#_ftnref2"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt; Op. cit., halaman xxiii.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://sujanuhm.wordpress.com/2010/02/20/ekonomi-islam-perspektif-dan-cabaran/#_ftnref3"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt; Dalam ilmu ekonomi konvensional perkara ini dikaitkankan dengan teori ”adverse selection” dan ”moral hazard”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://sujanuhm.wordpress.com/2010/02/20/ekonomi-islam-perspektif-dan-cabaran/#_ftnref4"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt; Isu ini hangat diperkatakan pada dekat 70an dan 80an kerana adanya beberap perkara yang meragukan bahawa faedah bank adalah amalan yang sama dengan riba yang diharamkan dalam Islam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sumber: sujanuhm.wordpress.com&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5076159173845054138-7350543930543589485?l=warjoko-akhmadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warjoko-akhmadi.blogspot.com/feeds/7350543930543589485/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5076159173845054138&amp;postID=7350543930543589485&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5076159173845054138/posts/default/7350543930543589485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5076159173845054138/posts/default/7350543930543589485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warjoko-akhmadi.blogspot.com/2010/10/ekonomi-islam.html' title='Ekonomi Islam'/><author><name>Warjoko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01648046721613387822</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_T2xDLJlOchs/SfYrRQKvOaI/AAAAAAAAAAg/SSA2ZC3rW4w/S220/P2270175.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5076159173845054138.post-846754867618871074</id><published>2009-05-31T06:08:00.000-07:00</published><updated>2009-05-31T06:37:25.084-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Permusuhan'/><title type='text'>Manusia Vs Syaithan</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CBMTART%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.1pt 33.0cm; 	margin:72.0pt 89.85pt 72.0pt 89.85pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:16;"&gt;MANUSIA VS Syaithan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tatkala Alloh menciptakan Adam, serta memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepadanya, maka menolaklah Iblis karena kesombongan yang ada dalam dirinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Iblis berkata, ‘Karena Engkau telah menghukum aku tersesat, sungguh aku akan menghalang-halangi mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian aku akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak mendapati kebanyakan mereka bersyukur’. (QS. Al A’raaf, 6 : 16-17)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dalam kehidupan manusia senantiasa dalam incaran syaithan, agar syaithan-syaithan itu dapat menjerumuskan manusia dari jalan kebenaran (al haq). Manusia hidup selalu dikepung oleh syaithan. Dalam pepatah Jawa disebutkan ”Wong urip (anak putu Adam) dikepung wakul binoyo mangap dening setan”.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Syaithan selalu berusaha agar manusia menyimpang dari jalan yang lurus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Yang dimaksud dengan jalan yang lurus ialah setiap kebaikan yang mengantarkan kepada keridhaan Alloh seperti hijrah, jihad fii sabilillah (menegakkan kebenaran Al Qur’an dan Sunnah Rasul, termasuk di dalamnya menegakkan keadilan dan kejujuran (akhlaq karimah) dan seluruh ketaatan lainnya yang diridhai Alloh SWT.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Syaithan dalam usaha menjerumuskan manusia dapat melalui arah depan atau belakang. Maksudnya syaithan mendatangi mereka dari segala arah, guna mengelincirkan manusia dari jalan ketaatan, dan syaithan pun memfariasikan kesesatan dalam berbagai bentuk dan warna bagi manusia sehingga ia dapat menjerumuskan manusia ke dalam berbagai kemaksiatan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ibnu Abbas r.a. berkata, ”Manusia dihadang/didatangi dari muka supaya manusia menjadi bimbang ragu terhadap kehidupan akhirat dan dari belakang, manusia supaya sangat mencintai dunia (harta, tahta, dan wanita). Dari kanan, manusia dibuat malas terhadap berbagai perintah agama dan meremehkannya. Sedangkan dari kiri, manusia didorong untuk berbuat maksiat”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Jadi dapat disimpulkan, bahwa jalan kebaikan akan selalu dihalang-halangi oleh syaithan, sedangkan jalan keburukan dijadikan indah dalam pandangan manusia oleh syaithan. Dalam ayat itu tidak dikatakan ’dari atas manusia’. Ibnu Abbas r.a. menerangkan, ”karena rahmat Alloh turun dari atas mereka (manusia)”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sebagai manusia, kita harus senantisa berlindung kepada Alloh SWT dari godaan syaitan, karena syaithan sungguh lihai dan cerdas dalam langkah-langkah untuk menjerumuskan manusia. Dalam proses menjerumuskan manusia, syaithan melakukannya secara perlahan-lahan dan halus, setelah kita merasakan keburukan itu sebagai sebuah kebiasaan, kenyamanan dan kenikmatan maka syaithan melangkah pada tahap-tahap selanjutnya. Dalam sebuah hadits marfu’ disebutkan sebuah do’a yang perlu kita panjatkan agar kita terhindar dari bujuk rayu syaithan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Ya Alloh, aku memohon kepada-Mu ampunan dan kebaikan dalam agamaku, duniaku, keluargaku dan kekayaanku. Ya Alloh, tutupilah hal yang memalukan dari diriku, selamatkanlah aku dari rasa takut, jagalah aku dari depan, belakang, kanan dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari atasku. Dan aku berlindung kepada-Mu, ya Alloh, dari kebinasaan dari bawahku (gempa bumi, ranjau). (menurut Waki’i)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Setelah mendapatkan segudang kenikmatan, manusia cenderung kufur atas nikmat yang telah diberikan oleh Alloh kepadanya. Dalam ayat itu Alloh sebutkan ’Dan Engkau tidak mendapati kebanyakan mereka bersyukur’. Ucapan Iblis ini hanya merupakan dugaan dan sangkaan mereka, dan dalam kebanyakannya, hal ini memang benar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Alloh SWT berfirman, ”Dan sesungguhnya Iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka lalu mereka mengikutinya, kecuali sebagian orang-orang yang beriman. Dan tidak ada kekuasaan (Iblis) terhadap mereka, melainkan hanyalah agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya akhirat, dan siapa yang masih ragu-ragu tentang (akhirat) itu. Dan Tuhanmu Maha Memelihara segala sesuatu.” (QS. Saba’ 34 : 20-21).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Disampaikan oleh : Ustadz Kusnan Hadi, Pengurus MUI kecamatan Imogiri Bantul&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5076159173845054138-846754867618871074?l=warjoko-akhmadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warjoko-akhmadi.blogspot.com/feeds/846754867618871074/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5076159173845054138&amp;postID=846754867618871074&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5076159173845054138/posts/default/846754867618871074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5076159173845054138/posts/default/846754867618871074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warjoko-akhmadi.blogspot.com/2009/05/manusia-vs-syaithan.html' title='Manusia Vs Syaithan'/><author><name>Warjoko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01648046721613387822</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_T2xDLJlOchs/SfYrRQKvOaI/AAAAAAAAAAg/SSA2ZC3rW4w/S220/P2270175.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5076159173845054138.post-7865351953377841981</id><published>2009-05-05T05:16:00.000-07:00</published><updated>2009-05-05T05:19:13.492-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penjualan'/><title type='text'>Menjual Produk</title><content type='html'>&lt;table width="100%" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="judul" align="left"&gt;MANAJEMEN BISNIS : Menjual Produk&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td class="judul" align="left"&gt;&lt;img src="http://www.kr.co.id/images/pixel.gif" width="1" height="5"&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td class="text" valign="top" align="left"&gt;&lt;span class="date2"&gt;04/05/2009 10:29:25&lt;/span&gt; &lt;span style="padding: 5px; margin-right: 5px;"&gt;&lt;strong&gt;KEBUTUHAN&lt;/strong&gt; konsumen terus bertambah seiring berjalannya waktu dan perubahan lingkungan yang dinamis. Karenanya, kini penjual produk harus terus meningkatkan ‘kemampuan dan penguasaannya’ terhadap produk (barang dan jasa) sehingga dapat menjual produk yang dapat memberikan kepuasan optimal kepada konsumennya.&lt;br /&gt;Penjualan produk untuk memenuhi kebutuhan konsumen dapat dikategorikan dari yang paling rendah (penjualan transaksional), di mana penjual produk melayani kebutuhan konsumen dengan menjual produk tertentu dan konsumen hanya ‘membutuhkan’ penjual produk sampai transaksi produk antarmereka terjadi. Pada penjualan jenis ini, konsumen sudah mengetahui kebutuhan dasar atas produk, dan jenis produk yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Bahkan informasi tentang brand (merek), produk substitusi, harga, serta tempat penjualan sudah dimiliki konsumen. Sehingga setelah transaksi, pemenuhan kebutuhan konsumen sudah dipenuhi penjual. Penjualan produk kebutuhan sehari-hari seperti sabun mandi, shampo, dan jasa pengiriman barang, merupakan contoh penjualan transaksional.&lt;br /&gt;Pada level penjualan produk yang lebih tinggi lagi, dapat disebut sebagai penjualan tingkat kedua, yakni penjualan produk bagi konsumen yang membutuhkan optimalisasi fitur dan manfaat produk. Di sini produk-produk yang dibutuhkan konsumen memiliki syarat dapat memenuhi kebutuhan konsumen atas produk dengan tingkat kebutuhan tertentu atau memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapinya. Misalnya, kebutuhan akan jasa transportasi udara yang eksklusif diperlukan oleh konsumen yang menginginkan produk yang dapat membawanya dari suatu tempat ke tempat bisnis lainnya serta dapat membangun citra konsumen.&lt;br /&gt;Cara penjualan ini tepat bagi konsumen yang tidak sensitif dengan harga, karena pelayanan yang eksklusif pasti memasang tarif yang relatif tinggi dibanding tarif transportasi ‘biasa’, tepat bagi konsumen yang lebih mementingkan kepuasan yang tinggi, serta ingin bepergian dengan aman, cepat dan menyenangkan. Atau produk mesin cetak dengan teknologi tinggi yang dapat menghasilkan hasil cetakan yang tajam, jernih, penuh warna dengan kecepatan produksi yang tinggi. Produk mesin cetak ini memberikan solusi bagi usaha percetakan yang memiliki masalah pada pesanan hasil cetak dengan tuntutan kualitas tinggi dan harus dapat memenuhi pesanan cetak secara cepat. Pada penjualan produk tingkat kedua ini, penjual harus dibekali pemahaman produk yang tinggi dari seluruh fitur produk ataupun optimalisasi manfaatnya, sehingga penjual dapat memberi solusi atas permasalahan atau kebutuhan konsumen secara tepat. Bahkan seringkali bantuan saran dan konsultasi operasional produk yang dibeli, diperlukan konsumen, sampai pelayanan dan jaminan after salesnya.&lt;br /&gt;Keberhasilan penjualan produk di antaranya tidak lepas dari ketepatan penjual dalam mengidentifikasi pasar sasaran, mengetahui kebutuhan konsumen, ketepatan jenis produk yang dimiliki, pemahaman dan penguasaan penjualan produk, serta kemampuan penjual dalam memenangkan persaingan pasar. Penjualan produk yang dapat memuaskan konsumen diharapkan mampu membangun loyalitas konsumen untuk melakukan pembelian ulang sehingga bisnis terus berkembang. q - g&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Drs Nur Feriyanto MSi&lt;br /&gt;Staf Pengajar Pascasarjana Ekonomi UII Yogya.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5076159173845054138-7865351953377841981?l=warjoko-akhmadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warjoko-akhmadi.blogspot.com/feeds/7865351953377841981/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5076159173845054138&amp;postID=7865351953377841981&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5076159173845054138/posts/default/7865351953377841981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5076159173845054138/posts/default/7865351953377841981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warjoko-akhmadi.blogspot.com/2009/05/menjual-produk.html' title='Menjual Produk'/><author><name>Warjoko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01648046721613387822</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_T2xDLJlOchs/SfYrRQKvOaI/AAAAAAAAAAg/SSA2ZC3rW4w/S220/P2270175.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5076159173845054138.post-3645727311321318022</id><published>2009-05-04T14:23:00.001-07:00</published><updated>2009-05-05T05:19:13.496-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><title type='text'>Ketika Cinta Bersemi di Hati</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CBMTART%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:IN;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:108.0pt 90.0pt 90.0pt 108.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:16;"  lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Alloh menciptakan manusia dengan cinta-Nya. Dalam setiap tarikan nafas kita. Dalam setiap detak jantung, dalam setiap denyut paru-paru. Semua itu ada karena cinta-Nya kepada setiap makhluk-Nya. Dengan rahmat dan kasih sayang-Nya Alloh menciptakan makhluk-makhluk-Nya. Dia tebarkan rasa cinta kepada setiap hamba-Nya. Binatang-binatang berusaha mencari pasangannya, meskipun ia harus bersaing keras untuk mendapatkan pasangannya, bahkan nyawa kadang harus tergadai. Itu yang ada pada sebagian binatang, sementara pada binatang yang lain seperti&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Merpati misalnya, alangkah indah kehidupan sepasang burung Merpati. Bahkan kita selaku manusia perlu meniru kehidupan keluarga sang Merpati.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Alloh menciptakan makhluk-Nya dengan berpasang-pasangan. Hal ini agar setiap makhluk-Nya dapat bereproduksi dan berkembang-biak sehingga semakin menyemarakkan isi bumi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Alloh menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Alloh mengembang-biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Alloh yang dengan (mempergunakan) Nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Alloh selalu menjaga dan mengawasi kamu. (QS. An Nisaa’ 4:1).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhynya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (QS. Ar Ruum, 30:21).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hai manusia, sesungguyhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kami berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Alloh ialah yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Alloh maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS. Al Hujurat, 49: 13).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Islam menganggap, cinta merupakan sesuatu yang agung dan mulia. Cinta memiliki hubungan dekat dengan iman. Kesalahan dalam bercinta akan bisa berakibat kesalahan dalam keimanan. Oleh karena itu, Islam tidak menelantarkan dan menyalahgunakan cinta, menjadikannya komoditi, permainan, disejajarkan dengan nafsu kebinatangan. (Al Izzah edisi 45 Th. VI, 21 Sya’ban 1416 H/12 Januari 1996).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Cinta adalah fitrah manusia. Manusia akan sangat cinta kepada harta, perniagaan ataupun istri/wanita. Hal ini disinyalir oleh Alloh SWT dalam firman-Nya:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Katakanlah: Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Alloh dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Alloh mendatangkan keputusan-Nya. Dan Alloh tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. (QS. At taubah, 9: 24).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Persoalan yang kemudian muncul adalah bagaimana kita semestinya menempatkan perasaan cinta tersebut? Kalau kita menempatkan cinta kepada Alloh, Rasul-Nya dan berjihad di atas perasaan cinta yang lain, maka selamatlah kita, tetapi ketika cinta kita kepada Alloh, Rasul-Nya dan berjihad lebih rendah daripada cinta kepada kerabat, istri, harta, maka Alloh akan mendatangkan adzab-Nya. Fenomena cinta dunia (Hubbudunya) telah melanda sebagian besar umat manusia. Tinggal kita menempatkan perasaan cinta tersebut sesuai dengan tempatnya yang semestinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Cinta kepada Alloh semestinya menjadi dasar cinta kita, karena dalam setiap gerak langkah kita ada karena cinta Alloh kepada hamba-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Imam Al Ghazali berkata, “Barangsiapa yang mengakui empat hal tanpa melakukan yang empat, maka dia adalah pembohong. (1). Barangsiapa yang mengaku cinta surga, namun tidak beramal dengan taat, maka dia pembohong. (2). Barangsiapa yang mengaku takut terhadap neraka dan ia tidak meninggalkan maksiat, itupun pembohong. (3) Barangsiapa yang mengaku cinta terhadap Alloh, sementara ia selalu resah akan siksa-Nya, maka dia adalah pembohong”. (Al&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ghazali, &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Robi’ah berkata, “Engkau durhaka terhadap Tuhan, sedangkan engkau menampakkan kecintaan kepada-Nya; demi umurku sebagai taruhan (ukuran), maka itu merupakan sesuatu yang aneh. Andaikan cintamu benar, artinya engkau mentaati-Nya, karena orang yang cinta akan selalu patuh terhadap yang dicintai”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Asy Syubali berfatwa, “Orang-orang yang punya rasa cinta terhadap Alloh akan mereguk minuman dari segelas cintanya, dan bagi mereka negeri dan bumi amat sempit. Mereka minum dan tenggelam dalam lautan rindu kepada-Nya, dan mereka merasakan kenikmatan bermunajat kepada-Nya.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Asy Syubali bersyair, “Ingat yang dicintai wahai tuanku, akan membuat aku mabuk: dan apakah engkau pernah melihat orang bercinta tanpa dirasuki mabuk kepayang!”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ada yang berkata, “Sesungguhnya seekor unta yang lagi mabuk, ia tidak akan mau makan rumput selama 40 hari. Namun bila dibebankan di punggungnya, iapun akan membawa beban itu. Manakala sekerat hati mengebu-ngebu ingat terhadap kekasih, iapun enggan memasukkan makanan dan tidak peduli beban di punggung tetap ditanggung demi rindunya terhadap kekasih. Unta saja bisa meninggalkan kesenangan yang diharamkan Alloh! Apakah kamu enggan menambah beban berat demi Alloh Ta’ala! Kalau kamu tidak mampu, artinya pengakuanmu menyatakan cinta tinggal nama tanpa suatu makna. Tidak akan berguna di dunia maupun di akherat, juga dihadapan sesama makhluk atau kelak di dunia maupun kelak di hadapan Sang Pencipta.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ali kw. Berkata, “Barangsiapa yang merindukan syurga, tentu ia berkemas-kemas menuju segala bentuk kebajikan. Dan barangsiapa yang takut terhadap neraka, iapun akan mencegah nafsunya dari yang disenangi. Dan barangsiapa yang meyakini mati, pasti semua kenikmatan dunia dianggap remeh.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Maraji’:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Al Izzah edisi 45 Th. VI, 21 Sya’ban 1416 H/12 Januari 1996&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5076159173845054138-3645727311321318022?l=warjoko-akhmadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warjoko-akhmadi.blogspot.com/feeds/3645727311321318022/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5076159173845054138&amp;postID=3645727311321318022&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5076159173845054138/posts/default/3645727311321318022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5076159173845054138/posts/default/3645727311321318022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warjoko-akhmadi.blogspot.com/2009/05/ketika-cinta-bersemi-di-hati.html' title='Ketika Cinta Bersemi di Hati'/><author><name>Warjoko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01648046721613387822</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_T2xDLJlOchs/SfYrRQKvOaI/AAAAAAAAAAg/SSA2ZC3rW4w/S220/P2270175.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5076159173845054138.post-3248858070170407014</id><published>2009-05-01T14:29:00.000-07:00</published><updated>2009-05-01T14:32:01.876-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>Partisipasi Politik</title><content type='html'>&lt;meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CBMTART%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object  classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Wingdings; 	panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:2; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:IN;} p.MsoFooter, li.MsoFooter, div.MsoFooter 	{margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	tab-stops:center 216.0pt right 432.0pt; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:IN;} @page Section1 	{size:595.45pt 841.7pt; 	margin:108.0pt 72.0pt 72.0pt 108.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:709845302; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:1211385190 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l0:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:36.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt; 	font-family:Symbol;} @list l1 	{mso-list-id:1583492220; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1509117052 580429144 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l1:level1 	{mso-level-tab-stop:0cm; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:13.7pt; 	text-indent:-13.7pt;} ol 	{margin-bottom:0cm;} ul 	{margin-bottom:0cm;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Politik merupakan salah satu dimensi yang sangat urgen dalam diinul Islam. Ia merupakan bagian dari sistem Islam. Islam adalah diin yang meliputi semua dimensi kehidupan manusia. Dunia politik mampu menyebabkan perbaikan kehidupan manusia, tetapi ia juga dapat menyebabkan rusaknya tatanan kehidupan. Politik bagaikan dua buah mata pedang, yang siap menikan kebaikan ataupun keburukan. Pemanfaatan politik tergantung siapa yang berada dibaliknya. Jika para politisi diisi oleh orang-orang yang buruk, maka politik akan mengakibatkan kehancuran tetapi jika para politisinya adalah orang-orang yang baik, maka politik akan membuahkan kebajikan dan kemaslahatan bagi umat manusia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dalam benak kita, pernah dirasuki bahwa dunia politik adalah kotor, sehingga orang-orang yang baik tidak perlu memasuki dunia politik atau menjadi politisi. Pemikiran ini sengaja disebarkan oleh musuh-musuh Islam agar umat Islam tidak pernah bersentuhan dengan politik dan akhirnya meninggalkan salah satu dimensi penting dalam kehidupan manusia. Abu Ridha mengungkapkan:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Memang perjalanan sejarah kontemporer kaum Muslimin pernahmelalui satu fase di mana sebagian dari mereka memandang siyasah sebagai sesuatu yang tidak penting, bahkan kotor dan menjijikkan. Mereka menganggap siyasah sebagai sesuatu yang harus dienyahkan dari kerangka dan wacana berfikir atau aktivitas seorang Muslim, lebih-lebih aktivitas dakwah. Seolah-olah siyasah menjadi pohon larangan yang penuh kutukan yang tidak boleh didekati apalagi dicicipi buahnya. Siapa saja yang mencoba mendekatinya akan terkena kutukan dan bisa jadi membawa dampak buruk yang sangat luas terhadap kehidupan umat. Dampak buruk yang diakibatkannya bukan saja menimpa orang-orang yang sama sekali tidak terlibat dalam urusan siyasah. Akibatnya para politisi dianggap sebagai orang yang terkena lepra yang harus dikucilkan dari kehidupan umum. Mereka berlindung&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; kepada Alloh agar (terhindar-pen) dari penyakit &lt;i style=""&gt;rajulun siyasi&lt;/i&gt; (politisi); “Aku berlindung dari siyasah dan &lt;i style=""&gt;rajulun siyasi&lt;/i&gt;.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Kebangkitan Islam (Shahwah Islamiyyah) yang terjadi di berbagai negeri turut mengubah sebagian pandangan di atas, sehingga sebagian dari kalangan kalangan kaum Muslimin. Kita tidak lagi memandang politik sebagai dunia yang tabu, melainkan sebagai suatu sarana untuk mewujudkan kemuliaan bai Islam dan kaum Muslimin (&lt;i style=""&gt;‘izzul Islam wa Muslimin&lt;/i&gt;). Abu Ridha mengungkapkan:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Namun, dengan semakin meluasnya kebangkitan Islam dan terkuaknya kenyataan bahwa penjajahan siyasah yang selama ini berlangsung telah menghancurkan seluruh milik umat, muncul suatu kesadaran baru dari kalangan kaum Muslimin bahwa siyasah merupakan bagian dari kehidupan lainnya seperti: ekonomi, sosial, pendidikan dan budaya. Bahkan, akhir-akhir ini di kalangan kaum Muslimin tumbuh kesadaran yang semakin meningkat bahwa siyasah adalah &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;sesuatu yang melekat pada lingkungan hidup manusia yang tak mungkin diabaikan, apalagi dienyahkan jauh-jauh. Agaknya peningkatan kesadaran dan wawasan keIslaman Muslim setelah sekian lama dikungkung oleh kejumudan diri dan tipu daya kaum penjajah. Peningkatan kesadaran itu sejalan pula dengan kepesatan perkembangan dan kompleksitas kehidupan manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Setelah memiliki pola fakir dan kesadaran politik, umat Islam mengaktualisasikan pemahaman politiknya dengan ikut berpartisipasi dalam kegiatan politik. Partisipasi politik umat Islam berangkat dari kesadaran dan pemahaman tentang urgensi politik bagi kehidupan umat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Pengertian Partisipasi Politik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Sa’d Ibrahim Jum’ah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Partisipasi politik didefinisikan sebagi keikutsertaan warga Negara dengan bentuk yang terorganisir dalam membuat keputusan-keputusan politik, dengan keikutsertaan yang bersifat sukarela dan atas kemauannya sendiri, didasari oleh rasa tanggung-jawab terhadap tujuan-tujuan sosial secara umum, dan dalam koridor kebebasan berfikir, bertindak, dan kebebasan mengemukakan pendapat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Mayron Weiner&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Partisipasi politik adalah kegaitan sukarela yang bertujuan memberikan pengaruh agar memilih strategi umum, atau memilih pemimpin-pemimpin politik tingkat regional maupunnasional. Sama saja, apakah kegiatan tersebut berhasil atau tidak, terorganisir atau tidak, berkesinambungan atau hanya bersifat temporal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ismail Ali Sa’d&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Partisipasi politik adalah kontribusi atau keikutsertaan warga dalam masalah-masalah politik di lingkup masyarakatnya, dengan mendukung atau menolak, membantu atau melawan, dan seterusnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Dr. Kamal Al Manufi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Partisipasi politik adalah hasrat individu untuk berperan aktif dalam kehidupan politik melalui pengelolaan hak bersuara atau pencalonan untuk lembaga-lembaga yang dipilih, mendiskusikan persoalan-persoalan politik dengan orang lain, atau bergabung dengan organisasi-organisasi mediator.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Partisipasi politik adalah partisipasi warga dalam menentukan urusan-urusan masyarakatnya, melalui –di samping yang sebelumnya- usaha untuk menghadapi berbagai persoalan yang menimpa masyarakat sebagai satu kesatuan, dan memberikan kontribusi dalam usaha perjuangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ali Jalbi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ia adalah aktivitas yang dengannya individu dapat memainkan peran dalam kehidupan politik masyarakatnya, sehingga ia mempunyai kesempatan untuk memberi andil dalam menggariskan tujuan-tujuan umum kehidupan masyarakat tersebut, dan dalam menentukan sarana terbaik untuk mewujudkannya. Hal itu dilakukan melalui kegiatan-kegiatan politik secara langsung. Misalnya pencalonan diri dalam pemilihan umum, diskusi problematika umum, ikut dalam kampanye-kampanye politik: atau melalui kegiatan-kegiatan politik tak langsung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Sayyid Salamah Al Khumaisiy&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Partisipasi politik adalah:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Hasrat kuat      individu untuk melakukan peran politik secara aktif. Peran ini      bermacam-macam bentuknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Peran ini      memiliki kelebihan disbanding sekedar kemauan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Terkadang      dengan bentuk formal, seperti berafiliasi kepada suatu partai politik      tertentu, dan terkadang dengan nbentuk nonformal, seperti demonstrasi &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:city w:st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Terkadang      peran ini hanya terbatas pada tingkat regional yang sempit, terkadang      meluas sampai tingkat nasional, dan terkadang meliputi kedua tingkat itu      sekaligus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Urgensi Partisipasi Politik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Urgensi partisipasi politik akan tampak jelas jika kita lihat beberapa hal berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Pertumbuhan demokarasi –dengan formatnya yang benar- sangat tergantung kepada sejauhmana keikutsertaan anggota masyarakat secara aktif dalam menentukan dan merealisasikan tujuan-tujuan politik. Yakni tergantung kesempatan berpartisipasi yang diberikan kepada mereka, dan bahkan dijadikan sebagai hak yang dapat dinikmati oleh setiap warga Negara, tanpa kecuali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Di samping itu, ia juga menyebabkan terbentuknya oposisi yang kuat dan kokoh melawan autokrasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Partisipasi politik merupakan media fundamental untuk memperdalam rasa tanggung-jawab pada diri pengausa maupunrakyat, dan merupakan sarana untuk memperkokoh pemerintahan kolektif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ia merupakan media yang efektif agar para partisipan merasa dihormati dan dihargai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ia menyadarkan para partisipan akan hak dan kewajiban mereka, serta memperluas koridor kesadaran politik melalui berbagai pengalaman dan wawasan politik yang lahir darinya. (Sa’d Ibrahim Jum’ah dalam Utsman Abdul Mu’iz Ruslan).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Partisipasi Politik dan Pergerakan Dakwah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Partisipasi politik pada saat ini merupakan salah satu kebijakan yang ditempuh oleh sebagian pergerakan dakwah (&lt;i style=""&gt;harokah da’wah&lt;/i&gt;). Hal ini dimungkinkan, karena dengan terlibatnya Pergerakan Da’wah dalam kehidupan politik akan mampu memperluas dakwah serta dapat menerapkan hal-hal (syari’at) yang tidak dapat diterapkan kecuali dengan kekuasaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Atas pertimbangan strategis yang mencakup dinamika politik global (&lt;i style=""&gt;tathawwurat as siyasah al ‘alamiyah&lt;/i&gt;), dinamika politik regional (&lt;i style=""&gt;tathawwurat as siyash al iqlimiyah&lt;/i&gt;) dan dinamika politik lokal (&lt;i style=""&gt;tathawwurat as siyasah al mahaliyah&lt;/i&gt;), maka disimpulkan bahwa jalur perjuangan konstitusional merupakan cara yang paling kecil resikonya terhadap umat dan dakwah. Hal ini dipilih atas pertimbangan pemeliharaan kondisi, baik umum maupun khusus, agar dakwah mendapatkan kemanfaatan yang besar dengan pengorbanan yang sesedikit mungkin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Sebentar lagi di negeri ini akan digelar berbagai Pemilihan Kepala Daerah Langsung (PILKADAL). Ini merupakan kesempatan yang baik bagi Pergerakan Dakwah ataupun Ormas-Ormas Islam untuk menguji sejauhmana penerimaan masyarakat terhadap dakwah. Sejarah Pemilihan Umum (Pemilu) yang ada di negeri ini, menunjukkan bahwa masih banyak beban yang harus ditanggung oleh Pergerakan Dakwah. Hal ini terlihat misalnya dalam Pemilu 2004 yang lalu. Negeri yang mayoritas dihuni oleh orang Islam ternyata pemilih partai-partai Islam dan partai yang berangkat dari ormas Islam baru didukung oleh 39,1 % pemilih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Salah satu butir rekomendasi Sidang Komisi KUII IV meminta umat Islam untuk memilih kepala daerah yangb beriman, bertakwa, berakhlaq dan cerdas. Pilkada harus dijadikan sebagai kesempatan untuk memilih kepala daerah yang mendukung dakwah dan syari’ah. Ormas-Ormas Islam harus mendorong partai-partai Islam untuk mengusung kandidat yang peduli dengan masa depan dakwah, umat dan penegakan syari’ah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Dengan demikian, mestinya ormas-ormas Islam pro aktif menggalang kerja sama, mendukung parpol Islam yang calonnya komit dengan dakwah dan penegakan syari’ah. Kalau tidak, apakah umat islam rela partai-partai sekulaer dan nasionalis memenangkan pertarungan, lantaran tiada atau kurangnya dukungan kita terhadap kandidat kepala daerah yang diusung partai islam? Jangan sampai, karena bukan “partai kita”, lantas ormas-ormas Islam tak mendukung calon yag, padahal –setidaknya- mendekati aspirasi umat. Tak jarang terjadi, karena bukan berasal dari “partai kita”, meskipun kandidat kepala daerah yang diusung partai tersebut bagus dari sisi dakwah dan komitmen terhadap syari’at, ormas yang bersangkutan tak meliriknya. Jeleknya lagi, justru mendukung sosok calon yang dimata masyarakat kebanyakan dinilai tidak bersih dan korup. Maka, kalau tak ada dukungan terhadap calon yang sesuai, kemudian yang terpilih bukan calon yang bersih, apalagi jauh komotmennya dari dakwah dan penegakkan syari’ah, ormas-ormas Islam turut bertanggung-jawab.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Semangat otonomi daerah, mestinya benar-benar dimanfaatkan oleh umat Islam untuk menentukan pemimpinnya. Jadi, khawatir akan dimanfaatkan, sebaliknya mengambil manfaat, sebagai peluang untuk mementukan pemimpin. Kalaupun dimanfaatkan untuk kebaikan dan kemaslahatan umat, &lt;i style=""&gt;why not&lt;/i&gt;? (M.U. Salman)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Agar umat Islam tidak sekedar dimanfaatkan untuk selanjutnya ditinggal oleh kandidat yang terpilih, perlu kiranya ormas-ormas Islam membuat kontrak politik ataupun kontrak sosial, sehingga pemilih tidak akan ditinggalkan oleh kandidat terpilih, atau tidak membeli musang berbulu domba.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Peran serta ormas dan partai politik Islam dalam Pilkadal akan menunjukkan:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 13.7pt; text-align: justify; text-indent: -13.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;Kebersamaan umat dalam mengusung kebaikan, serta kerja sama di kalangan umat Islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 13.7pt; text-align: justify; text-indent: -13.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;Menguji penerimaan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masyarakat terhadap dakwah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 13.7pt; text-align: justify; text-indent: -13.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;Menguatkan eksistensi dakwah di tengah-masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 13.7pt; text-align: justify; text-indent: -13.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;Memberikan paying politik, sosial, ekonomi, budaya dan paying-payung lainnya bagi pergerakan dakwah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 13.7pt; text-align: justify; text-indent: -13.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;Membuka kesempatan untuk mengisi lembga-lembaga eksekutif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 13.7pt; text-align: justify; text-indent: -13.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;Membuka interaksi langsung yang lebih luas kepada masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;&lt;span style=""&gt;By Warjoko&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;&lt;span style=""&gt;HP. 0815 4859 7881&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Maraji’&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;Abu Ridha, ‘Amal Siyasi: Gerakan Politik dalam Dakwah, &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:city w:st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;: Syamil Cipta Media, 2004.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ruslan, Utsman Abdul Mu’iz, Pendidikan Politik Ikhwanul Muslimin, &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:city w:st="on"&gt;Surakarta&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;: Era Intermedia,2000.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -36pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;Da’watuna edisi 8/ Th. 01?April-Mei 2005.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -36pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;Sabili N0. 23 Th. XII 2 Juni 2005/24 Rabi’ul Akhir 1426 H.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5076159173845054138-3248858070170407014?l=warjoko-akhmadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warjoko-akhmadi.blogspot.com/feeds/3248858070170407014/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5076159173845054138&amp;postID=3248858070170407014&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5076159173845054138/posts/default/3248858070170407014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5076159173845054138/posts/default/3248858070170407014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warjoko-akhmadi.blogspot.com/2009/05/partisipasi-politik.html' title='Partisipasi Politik'/><author><name>Warjoko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01648046721613387822</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_T2xDLJlOchs/SfYrRQKvOaI/AAAAAAAAAAg/SSA2ZC3rW4w/S220/P2270175.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5076159173845054138.post-872142643209375880</id><published>2009-05-01T13:24:00.000-07:00</published><updated>2009-05-01T14:28:29.755-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wanita'/><title type='text'>Fungsi dan Kedudukan Wanita</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CBMTART%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:IN;} p.MsoFooter, li.MsoFooter, div.MsoFooter 	{margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	tab-stops:center 216.0pt right 432.0pt; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:IN;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:108.0pt 90.0pt 90.0pt 108.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dalam sejarah umat manusia tidak ada agama ataupun sistem kehidupan yang lebih memperhatikan kadudukan seorang wanita selain Islam. Wanita pada masa lalu dianggap sebagai binatang demi pemuas seksual kaum lelaki. Wanita kadang diperjual-belikan. Bahkan pada masa jahiliyyah kaum wanita dianggap sama dengan harta benda yang dapat diwarisi, ataupun anak-anak wanita harus dikubur hidup-hidup karena ia sebagai sumber kehinaan bagi orang tua.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Islam datang untuk memuliakan kaum wanita, meski sebagian manusia meragukan kemanusiaan kaum wanita. Lebih tegas bisa kita baca pada ungkapan Yusuf Qardhawy,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Islam datang, sementara kebanyakan manusia mengingkari kemanusiaan wanita dan sebagian yang lain meragukannya. Ada pula yang mengakui akan kemanusiaannya, tetapi mereka menganggap wanita itu sebagai makhluk yang diciptakan semata-mata untuk melayani kaum laki-laki.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Maka merupakan &lt;i style=""&gt;‘izzah&lt;/i&gt; dan kemuliaan Islam, karena dia telah memuliakan wanita dan menegaskan eksistensi kemanusiaannya serta kelayakannya untuk menerima &lt;i style=""&gt;taklif&lt;/i&gt; (tugas) dan tanggung-jawab, pembalasan, dan berhak pula masuk surga. Islam menghargai sebagai manusia yang terhormat. Sebagaimana kaum laki-laki, wanita juga mempunyai hak-hak kemanusiaan, karena keduanya berasal dari satu pohon dan keduanya merupakan dua bersaudara yang dilahirkan oleh satu ayah (bapak) yaitu Adam, dan satu ibu yaitu Hawa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Keduanya berasal dari satu keturunan dan sama dalam karakter kemanusiaannya secara umum. Keduanya adalah sama dalam hal beban dan tanggung-jawab, dan di akherat kelak akan sama-sama menerima pembalasan. Demikian itu digambarkan oleh Al Qur’anul Karim sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabbmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan dari padanya Alloh menciptakan isterinya; dan dari keduanya Alloh mengembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Alloh yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Alloh selalu menjaga dan mengawasi kamu. (QS An Nisa’ 4: 1).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Diin (agama) Islam sangat memuliakan kaum wanita dalam semua seluk kehidupan manusia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Fungsi Wanita&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Wanita diciptakan oleh Alloh SWT adalah untuk menjadi pendamping bagi seorang laki-laki. Firman-Nya:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenis kaummu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (QS. Ar Ruum, 30:21).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dari ayat itu, Alloh menciptakan kaum wanita untuk menjadi isteri, yang darinya akan ditimbulkan rasa tenteram dan kasih sayang di antara manusia. Sementara di QS. An Nisaa’, 4: 1, kita dapat mengetahui bahwa dengan adanya laki-laki dan wanita, maka keduanya dapat berkembang-biak serta melestarikan jenis umat manusia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Peran Wanita dalam Kehidupan Masyarakat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Wanita mempunyai beberapa peran. Peran-peran itu &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;adalah sebagai ibu, anak dan isteri. Dalam kesempatan ini akan kita uraikan secara sekilas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;1. Wanita sebagai Ibu &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Setiap wanita yang produktif akan berperan sebagai ibu. Ia akan mengalami masa-masa hamil, melahirkan, menyusui dan memelihara anak-anaknya. Wanita menanggung beban yang sangat berat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sungguh Islam telah menegaskan wasiat (pesan penting) terhadap wanita dan meletakkan wasiat itu setelah wasiat untuk bertauhid kepada Alloh dan beribadah kepada-Nya. Islam juga menjadikan berbuat baik kepada wanita itu termasuk sendi-sendi kemuliaan, sebagaimana telah menjadi hak seorang ibu itu lebih kuat daripada seorang ayah, karena beban yang amat berat ia rasakan ketika hamil, menyusui, melahirkan dan mendidik anak-anaknya. Inilah yang ditegaskan oleh Al Qur’an dengan diulang-ulang lebih dari satu surat agar benar-benar difahami oleh kita anak manusia. Sebagaiman firman Alloh SWT;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;Dan kami wasiatkan (perintahkan) kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (QS. Luqman, 31:14).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Kami wasiatkan (perintahkan) kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan .... (QS Al Ahqaf, 46: 15).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Siapakah yang paling berhak saya pergauli dengan baik? Nabi bersabda, Ibumu, orang itu bertanya lagi, kemudian siapa lagi? Nabi bersabda, Ibumu, orang itu bertanya, kemudian siapa lagi? Nabi bersabda Ibumu, orang itu bertanya, kemudia siapa lagi? Nabi bersabda Ayahmu. (HR. Bukhari Muslim).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Peran wanita sebagai seorang ibu sangat mendapat perhatian dalam agama Islam, sehingga ada beberapa wanita-wanita yang namanya diabadikan oleh Alloh SWT dalam Al Qur’an seperti halnya Maryam binti Imran. Dan masih banyak lagi wanita-wanita yang dicatat dengan tinta emas sejarah peradaban Islam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;2. Wanita sebagai Anak&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Pada masa Jahiliyyah, anak wanita dianggap sebagai sebuah aib, dan orang tuanya merasa terhina dengan kelahiran seorang anak perempuan, sehingga anak-anak wanita saat itu akan dikubur hidup-hidup.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Anak dalam kacamata Islam, merupakan amanah yang dikaruniakan oleh Alloh SWT kepada pasangan suami isteri untuk dibesarkan dan dididik dengan baik. Anak akan menjadi investasi yang sangat berharga bagi orang tua. Alangkah beruntungnya para orang tua yang mampu mendidik anak-anaknya dengan baik. Wanita yang seperti itu akan mewujud sebagai anak-anak sholehah yang akan mengharumkan diin (agama) ini dan darinya akan lahir generasi-generasi baru yang dicintai oleh Alloh SWT dan mereka pun amat sangant cintanya kepada Alloh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;3. Wanita sebagai Isteri&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Setelah seorang wanita mencapai masa dewasa, maka ia akan dinikahi oleh seorang laki-laki. Ketika ijab-qabul telah terucap, maka bertambahlah status seorang wanita, dari seorang anak, ia akan menjadi seorang isteri dari laki-laki yang menjadi pilihannya. Status ini menjadikan seorang wanita berada dibawah pertanggungjawaban seorang laki-laki yang menikahinya. Mulai saat itu ia harus berbakti kepada suaminya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Khatimah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Inilah sebagian dari peran dan fungsi seorang wanita dalam kehidupan masyarakat. Sebagai seorang Muslimah, maka ia perlu persiapkan generasi-generasi selanjutnya agar menjadi generasi-generasi yang lebih baik dari generasi kita. Agar Islam senantiasa memperoleh kemuliaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kebakkramat, 3 &lt;u&gt;Jumadil ‘Ula 1426 H&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;10 Juni 2005 M&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5076159173845054138-872142643209375880?l=warjoko-akhmadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warjoko-akhmadi.blogspot.com/feeds/872142643209375880/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5076159173845054138&amp;postID=872142643209375880&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5076159173845054138/posts/default/872142643209375880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5076159173845054138/posts/default/872142643209375880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warjoko-akhmadi.blogspot.com/2009/05/fungsi-dan-kedudukan-wanita_01.html' title='Fungsi dan Kedudukan Wanita'/><author><name>Warjoko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01648046721613387822</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_T2xDLJlOchs/SfYrRQKvOaI/AAAAAAAAAAg/SSA2ZC3rW4w/S220/P2270175.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5076159173845054138.post-6263881540007161238</id><published>2009-04-28T04:14:00.000-07:00</published><updated>2009-04-30T06:37:02.738-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pernikahan'/><title type='text'>Menjemput Jodoh</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CBMTART%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p.MsoFootnoteText, li.MsoFootnoteText, div.MsoFootnoteText 	{mso-style-noshow:yes; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} span.MsoFootnoteReference 	{mso-style-noshow:yes; 	vertical-align:super;}  /* Page Definitions */  @page 	{mso-footnote-separator:url("file:///C:/DOCUME~1/BMTART~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_header.htm") fs; 	mso-footnote-continuation-separator:url("file:///C:/DOCUME~1/BMTART~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_header.htm") fcs; 	mso-endnote-separator:url("file:///C:/DOCUME~1/BMTART~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_header.htm") es; 	mso-endnote-continuation-separator:url("file:///C:/DOCUME~1/BMTART~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_header.htm") ecs;} @page Section1 	{size:21.0cm 842.0pt; 	margin:3.0cm 70.9pt 70.9pt 3.0cm; 	mso-header-margin:35.45pt; 	mso-footer-margin:35.45pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:62803230; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:549737604 67698709 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-start-at:2; 	mso-level-number-format:alpha-upper; 	mso-level-tab-stop:36.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l1 	{mso-list-id:539978420; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1335437008 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l1:level1 	{mso-level-start-at:3; 	mso-level-tab-stop:36.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l2 	{mso-list-id:2044598862; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1686976028 -1160507120 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l2:level1 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:50.2pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:50.2pt; 	text-indent:-14.2pt;} ol 	{margin-bottom:0cm;} ul 	{margin-bottom:0cm;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:16;" &gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;MENJEMPUT JODOH&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Rezeki, jodoh dan kematian adalah rahasia Alloh SWT bagi hamba-hamba-Nya. Dalam masalah jodoh (pasangan hidup) adalah sesuatu yang perlu diusahakan (takdir ikhtiari). &lt;span style="" lang="SV"&gt;Alloh SWT telah menyiapkan pasangan bagi setiap insan, tetpai siapa namanya, alamatnya dimana, tergantung pada usaha masing-masing individu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;A.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Agar Jodoh Segera Datang&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;Menanti datangnya jodoh tanpa suatu usaha untuk mendapatkannya dengan cara-cara yang halal merupakan tindakan yang sepantasnya dilakukan oleh setiap Muslim. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Agar jodoh yang diharapkan segera kunjung ketemu, maka kita perlu untuk:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;1.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Meningkatkan kualitas iman dan ilmu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pada umumnya, manusia menginginkan untuk tetap dalam kebaikan. Orang tua juga tetap menginginkan agar anak-anaknya, setelah menikah dengan pasangannya, tetap dalam kebaikan. Bahkan penjahat sekalipun tidak menginginkan anaknya nanti mengikuti jejak orang tuanya. Dari gambaran umum ini, kita dapat mengetahui bahwa, setiap orang menyukai orang-orang yang baik (sholeh).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Ilmu pengetahuan juga akan dapat mengangkat derajat seorang Mu'min di sisi Alloh SWT. Di samping itu ilmu pengetahuan juga diperlukan dalam menghadapi kehidupan rumah tangga nantinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Rasululloh SW bersabda:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;"Siapa yang meniti jalan untuk menuntut ilmu, Alloh akan memudahkan baginya jalan menuju syurga. Para malaikat selalu meletakkan sayapnya menaungi orang-orang yang menuntut ilmu karena senang dengan perbuatan mereka. Seorang alim dimintakan ampun oleh penduduk langit dan bumi, serta ikan-ikan di dalam air. Kelebihan seorang 'alim (berilmu) dengan ahli ibadah bagaikan kelebihan sinar bulan atas bintang-bintang." (HR Abu Dawud dan At Tirmidzi).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;2.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Meningkakan Penampilan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Manusia mempunyai kecenderungan pada hal-hal yang indah. Keindahan seseorang terpancar dari kerapian dan kebersihannya. Pakaian merupakan bentuk pemancaran dari sifat kerapian dan kebersihan pribadi. Pakaian yang kita pakai tidak harus yang mahal atau up to date.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tidak dapat dipungkiri bahwa manusia mempunyai kecenderungan pada hal-hal yang indah. Keindahan itu dapat terpancar dari kerapian dan kebersihan seseorang. Sekalipun tidak begitu cantik, namun seorang wanita yang berpakaian rapi, bersih dan sopan, akan terlihat indah dan sangat berwibawa. Begitu juga laki-laki yang tidak begitu ganteng, namun dengan pakaian rapi, bersih dan sopan, akan tampak menarik dan berwibawa.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5076159173845054138#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"   lang="SV"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hal ini terpancar lewat pakaian yang dikenakannya ketika keluar dari rumah. Sekalipun pakaiannya terlihat up to date serta mahal, tetapi jika tidak dapat menutup tubuhnya, jelas hal ini bertolak belakang dengan gemerlap kemewahan yang ditampakkannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Yang tak kalah pentingnya, tampakkan wajah berseri dan penuh persahabatan. Wajah berseri seolah menunjukkan pada dunia kesan damai, aman dan tenteram. Sebaliknya wajah masam dan merenggut (seolah sarat beban) akan menimbulkan kesan buruk dan tidak bersahabat. &lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5076159173845054138#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"   lang="SV"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;        3. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bergaul dengan orang-orang yang baik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Teman bergaul sangat besar pengaruhnya pada pembentukan mental seseorang. Di samping itu teman bergaul juga menentukan penilaian masyarakat. Ketika kita bergaul dengan para penjudi maka masyarakat akan mempersepsikan diri kita sebagai penjudi. Begitu juga jika teman-teman kita orang-orang yang aktif berdakwah, maka kita akan dipersepsikan sebagai orang-orang yang aktif dalam medan dakwah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Lingkungan pergaulan pengaruhnya sangat besar dalam pembentukan mental seseorang. Bahkan memberikan pengaruh pada penilaian masyarakat, artinya sekalipun kita baik, namun jika bergerombol dengan ahli judi dan mabuk-mabukan, maka tetap saja, kita dianggap sama dengan mereka dan tidak mustahil lambat-laun akan terpengaruh juga. Terbukti banyak anak yang di keluarganya baik, namun setelah terjun di lingkungan pergaulan , mereka jadi beringas dan garang. Karena itu, hendaklah senantiasa berada di lingkungan pergaulan yang islami.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5076159173845054138#_ftn3" name="_ftnref3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"   lang="SV"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Rasululloh SAW bersabda, ”Seseorang itu mengikuti agama sahabat karibnya.oleh karena itu hendaknya diperhatikan dengan siapakah ia berteman karib” (HR. Abu Dawud dan At Tirmidzi).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Rasululloh juga pernah memberikan perumpamaan dalam memilih sahabat.” Perumpamaan sahabat yang baik dan buruk itu bagaikan pembawa misk (minyak kasturi) dan peniup api. Pembawa misk ada kalanya memberi kepadamu, atau kamu membeli kepadanya, atau kamu dapat mencium bau harumnya. Sedangkan peniup api, kalau tidak membakar pakaianmu maka kamu akan mendapatkan bau busuk darinya. (HR. Bukhari dan Muslim).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Seorang sahabat yang baik akan senantiasa memberikan nasihat. Pada generasi shahabat, kita dapat melihat persaudaraan antara Salman Al Farisi dengan Abu Darda’, Abu Juhaifah bin Abdulloh r.a. pernah bercerita bahwa Nabi SAW telah mengikat persaudaraan Islam antara Salman Al Farisi dengan Abu Darda’. Ketika Salman berziarah (berkunjung) ke rumah Abu Darda’, dilihatnya Ummu Darda’ mengenakan pakaian kerja yang kusut masai. ”Mengapa engkau tidak berhias?” tanya Salman. ”Saudaramu, Abu Darda’, sudah tidak butuh lagi pada dunia,” jawab Ummu Darda’. Kemudian datanglah Abu Darda’. Tatkala dihidangkan makanan, ia berkata, ”Makanlah, aku sedang puasa.” ”Aku tidak akan makan jika engkau tidak makan”, jawab Salman. Akhirnya mereka makan berdua. Tatkala malam tiba dan telah datang waktu tidur, Abu Darda’ bangun hendak shalat malam, tetapi segera dicegah oleh Salman, ”Tidurlah”, kata Salman. Mereka pun tidur. Ketika tiba akhir malam, Salman membangunkannya. ”Kini saatnya sholat bermalam dan ia pun menunaikan sholat malam. ”Sesungguhnya, bagi Rabbmu ada hak dan atas badanmu ada hak dan bagi keluargamu ada hak. Maka tunaikanlah hak masing-masing”, kata Salman kemudian. Tatkala berita itu sampai kepada Rasululloh SAW, beliau bersabda, ”benar Salman”. (HR. Bukhari).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Demikian juga persahabatan Salman Al Farisi dengan Abdulloh bin Salam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sa’id bin Musayyab menceritakan bahwa pada suatu saat salah seorang di antara mereka berkata kepada yang lain, ”Apabila Engkau mati sebelum aku, maka temuilah aku dan beritahukan kepadaku tentang apa yang telah Engkau terima dari Rabb-mu. Demikian pula, apabila aku mati sebelum Engkau, maka aku akan menemuimu dan akan memberitahukan kepadamu tentang hal itu.” Temannya bertanya, ”Bisakah yang sudah mati menemui orang yang masih hidup?” Bisa, sebab ruh mereka dalam syurga dapat pergi ke mana saja ia suka,” jawabnya. Ketika salah seorang di antara keduanya meninggal, ruhnya menemui teman yang masih hidup di waktu tidur dan berkata, ”Bertawakkallah Engkau kepada Alloh. Sesudah itu cukuplah Engkau merasa bahagia dengan hidupmu di dunia ini.” &lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5076159173845054138#_ftn4" name="_ftnref4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"   lang="SV"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Seorang sahabat bertanya kepada Rasululloh SAW, ”Siapakah sahabat yang paling baik bagi kami?” ”Seseorang yang apabila kamu melihatnya, kamu akan teringat kepada Alloh SWT. Apabila kamu mendengar pembicaraannya pengetahuanmu mengenai Islam akan bertambah. Dan apabila kamu melihat kelakuannya, kamu akan teringat hari akhirat.” &lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5076159173845054138#_ftn5" name="_ftnref5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"   lang="SV"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 24pt; text-align: justify; text-indent: -24pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;B.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tempat Jodoh yang Baik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kita dapat saja bertemu daengan calon pasangan di mana saja. Di tempat kuliah, kursus, pasar, mall, bus, kereta api dll. Tetapi untuk mendapatkan jodoh yang baik, tentu saja bisa ditemukan di tempat-tempat yang baik pula. Susah dech untuk mendapatkan jodoh yang baik kalau mencarinya di night club. Adapun tempat-tempat untuk mendapatkan jodoh yang baik antara lain adalah:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Lembaga-Lembaga Pendidikan yang Islami&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pada saat sekarang lembaga pendidikan Islami baik formal maupun nonformal sangat banyak. Meski tidak ada jaminan bahwa seluruhnya baik. Sambil belajar kita bisa saja menemukan jodoh di tempat ini ataupun dengan para ustadz/ah di lembaga pendidikan tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Majelis-majelis Ta’lim&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Majelis ta’lim merupakan majelis yang sangat mulia, karena yang hadir akan senantiasa mendapat curahan rahmat serta disebut namanya oleh Alloh SWT. Orang-orang yang datang ke majelis-majelis ta’lim pada dasarnya berusaha untuk memperbaiki hati serta untuk menimba ilmu pengetahuan. Orang yang aktif menghadiri majelis-majelis ta’lim akan selalu berusaha untuk mendekatkan hubungan dengan Alloh SWt, serta memiliki akhlaq yang terpuji.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Rasululloh SAW bersabda, ”Tidak ada suatu kaum yang mengingat Alloh dalam suatu majelis melainkan malaikat akan berkerumun mengelilingi, rahmat akan bercucuran ke atasnya dan Alloh akan mengingati mereka dalam majelis para malaikat. Adakah suatu kehormatan yang lebih terhormat bagi para mu’min, daripada yang Alloh SWT berikan dengan mengingati mereka dalam majelis-Nya?” Dalam sebuah hadits Rasululloh SAW bersabda, ”Sekumpulan malaikat diutus kepada orang-orang yang mengingat Alloh SWT dengan ikhlas, kemudian mereka berkata, Alloh telah mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu dan telah mengantikan amalanmu yang buruk dengan yang baik.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5076159173845054138#_ftn6" name="_ftnref6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"   lang="SV"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Rasululloh SAW bersabda, ”Apabila kalian melewati taman-taman syurga, maka ambillah selalu hasilnya.” Para sahabat bertanya, ”Apakah taman-taman syurga itu ya Rasululloh?” Beliau menjawab, ”Majelis-majelis ilmu.” &lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5076159173845054138#_ftn7" name="_ftnref7" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"   lang="SV"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dalam hadits lain Rasululloh SAW bersabda, ”Sesungguhnya Luqman al Hakim berkata kepada anaknya, ”Wahai anakku, hendaknya Engkau menyertai para ulama dan dengarkan ucapan-ucapan ahli hikmah, karena sesungguhnya Alloh SWT menghidupkan hati yang mati dengan cahaya hikmah sebagaimana Dia menghidupkan tanah yang mati dengan air hujan.”&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5076159173845054138#_ftn8" name="_ftnref8" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"   lang="SV"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Abu Hurairah r.a. berkata, ”Suatu majelis yang mengingat dan membesarkan Alloh SWT akan memancarkan nur yang dapat dilihat oleh ahli-ahli langit sebagaimana bintang-bintang bercahaya dilihat ahli-ahli bumi.”&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5076159173845054138#_ftn9" name="_ftnref9" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"   lang="SV"&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pernah dalam suatu peristiwa, Abu Hurairah pergi ke pasar dan mengumumkan kepada semua orang, ”Wahai saudara-saudara, mengapa kamu duduk-duduk saja di sini padahal warisan Rasululloh SAW sedang dibagi-bagikan di masjid, tetapi tidak ada satu barang pun yangs sedang dibagikan di sana, sehingga mereka pulang dengan hati kesal. Abu Hurairah r.a. bertanya, ”Ada apa di sana?” jawab mereka, ”Sebagian orang sedang membaca al Qur’an dan sebagian lainnya sedang berdzikir memuji dan membesarkan Alloh.” Abu Hurairah r.a. berkata, ”Itulah yang dimaksud dengan warisan Rasululloh SAW.”&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5076159173845054138#_ftn10" name="_ftnref10" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"   lang="SV"&gt;[10]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Orang-orang yang aktif menghadiri majelis-majelis ta’lim adalah orang-orang yang berusaha untuk mendekatkan dirinya kepada Alloh SWT serta untuk mensucikan hatinya. Dengan hal itu, orang-orang yang aktif di majelis-majelis ta’lim merupakan orang-orang yang sholeh/sholehah, sehingga mereka adalah calon pendamping hidup/pasangan yang baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tempat Kerja yang Islami&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pada saat sekarang tempat kerja/lapangan kerja yang Islami, sudah berkembang di berbagai daerah dan sektor kehidupan. Tempat-tempat kerja yang islami seperti perbankan syari’ah, koperasi syari’ah, lembaga pendidikan Islam, rumah sakit Islam atau perusahaan-perusahaan yang menerapkan pola Islam, tentu akan membawa para karyawan/pegawainya pada nuansa Islami, maka mendapatkan jodoh di tempat kerja seperti ini cukup ideal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Organisasi Islam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Organisasi yang berbasis Islam akan membimbing para anggotanya untuk senantiasa hidup sesuai dengan jalan hidup yang Islami, sehingga para anggotanya mempunyai ghirah (semangat) jihad yang tinggi serta selalu berusaha untuk menegakkan kalimatulloh di muka bumi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dalam organisasi Islam antara ikhwan (putra) dengan akhwat (putri) terpisah meski komunikasi dan kerjasama tetap dijaga. Di samping itu organisasi da’wah tetap peduli dengan kebutuhan para anggotanya untuk mendapatkan jodoh, tentu saja tanpa ada pemaksaan terhadap hak-hak individu anggota.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr size="1" width="33%" align="left"&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;div style="" id="ftn1"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5076159173845054138#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; Abu Al Ghifari, Bila Jodoh Tak Kunjung Datang, Bandung: Mujahid Press, 2002., h. 71.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn2"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5076159173845054138#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Ibid., h. 72.&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn3"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5076159173845054138#_ftnref3" name="_ftn3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Ibid., h.72.&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn4"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5076159173845054138#_ftnref4" name="_ftn4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; Cahyadi Takariawan&lt;i style=""&gt;, Pernik-Pernik Rmah Tangga Islami&lt;/i&gt;, Surakarta: Era Intermedia, 2004.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn5"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 6pt; text-align: justify; text-indent: -6pt;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5076159173845054138#_ftnref5" name="_ftn5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;span lang="SV"&gt;Targhib dalam Al Kandahlawi, Muhammad Zakariya, &lt;i style=""&gt;Himpunan Fadhilah Amal&lt;/i&gt;, Yogyakarta: Penerbit Ash Shaff, 2000., h. 381.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn6"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 6pt; text-align: justify; text-indent: -6pt;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5076159173845054138#_ftnref6" name="_ftn6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; Al Kandahlawi, Muhammad Zakariya, &lt;i style=""&gt;Himpunan Fadhilah Amal&lt;/i&gt;, Yogyakarta: Penerbit Ash Shaff, 2000., h. 381.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn7"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5076159173845054138#_ftnref7" name="_ftn7" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; HR. Thabrani, Targhib. Op. Cit., h. 380.&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn8"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5076159173845054138#_ftnref8" name="_ftn8" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Targhib dlm Ibid..&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn9"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5076159173845054138#_ftnref9" name="_ftn9" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Op.Cit., h. 381.&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn10"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5076159173845054138#_ftnref10" name="_ftn10" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;[10]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Ibid.&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5076159173845054138-6263881540007161238?l=warjoko-akhmadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warjoko-akhmadi.blogspot.com/feeds/6263881540007161238/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5076159173845054138&amp;postID=6263881540007161238&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5076159173845054138/posts/default/6263881540007161238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5076159173845054138/posts/default/6263881540007161238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warjoko-akhmadi.blogspot.com/2009/04/menjemput-jodoh.html' title='Menjemput Jodoh'/><author><name>Warjoko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01648046721613387822</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_T2xDLJlOchs/SfYrRQKvOaI/AAAAAAAAAAg/SSA2ZC3rW4w/S220/P2270175.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5076159173845054138.post-799190275565083586</id><published>2009-04-27T15:04:00.000-07:00</published><updated>2009-05-01T14:41:56.664-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><title type='text'>Hakikat Cinta</title><content type='html'>&lt;div&gt;Perasaan cinta kepada Alloh merupakan dasar untuk menjadikan amal yang sholeh dan ibadah yang benar. Amal perlu dilandasi oleh perasaan cinta, tanpa rasa cinta, amal akan menjadi rusak. Cinta kepada Alloh melahirkan sikap rela, ridha dan ikhlash dalam beribadah, melaksanakan semua perintah-Nya. Bahkan rasa cinta mampu untuk membangkitkan semangat berkurban (tadhiyah) baik harta maupun jiwa (amwal wa anfus) dalam rangka mengikuti perintah yang kita cintai.&lt;br /&gt;Alloh berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;. إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ&lt;br /&gt;Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.  (QS. Al Hujurat, : 15).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالإنْجِيلِ وَالْقُرْآنِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ&lt;br /&gt;Artinya: Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. (QS. At Taubah, : 111).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta akan mempengaruhi kehidupan seseorang. Bukankah kita lihat, seorang pemuda tiba-tiba merubah penampilannya menjadi lebih rapi ketika ia telah merasakan benih-benih cinta kepada lawan jenisnya. Cinta kepada Alloh akan membawa ketenangan, kedamaian dan keselamatan. Cinta kepada selain Alloh membawa kepada cinta buta (al isyqu) yang tak terkendali. Cinta kepada makhluk membawa ketidakpastian, penasaran dan kesenangan semu. Cinta kepada benda akan musnah, manakala benda tersebut hilang, rusak atau musnah. Terkadang juga disertai perasaan sedih. Sedangkan cinta kepada Alloh akan kekal dan abadi sebagaimana kekal dan abadinya objek cinta itu, Alloh SWT.&lt;br /&gt;Fithrah manusia cenderung untuk mencintai istri-istri, anak-anak, harta benda. Tetapi cinta ini tidak boleh melebihi derajat kecintaan kepada Alloh, Rasul-Nya dan jihad fii sabilillah. Firman-Nya:&lt;br /&gt;Artinya: “ Katakanlah: "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya". dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. (Qs. At Taubah 9:24).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.     Perasaan Cinta Lahir dari Ilmu&lt;br /&gt;Bukti keutamaan ilmu adalah ia mampu menghasilkan keyakinan yang menyebabkan hati hidup dan tenteram. Juga yang menyebabkan Alloh memuji orang-orang yang bertaqwa yang mendapatkan petunjuk melalui kitab-Nya.&lt;a title="" style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5076159173845054138#_ftn1" name="_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Perasaan cinta tidak akan ada jika seseorang tidak mengenal (ma’rifat) dengan objek yang dicintainya. Pengenalan terhadap objek akan menghasilkan ilmu, baik ‘ainul yaqin ataupun haqqul yaqin.&lt;br /&gt;Sesungguhnya orang yang berilmu dan yakin,  yang telah dianugrahi Alloh, kepekaan jiwa yang tajam dan cahaya yang terang benderang , tidak akan kabur baginya untuk memilih mana yang haq dan mana yang batil. Ia tidak akan terpengaruh oleh propaganda kesyubhatan yang ada di hadapannya. Seperti halnya ia tidak akan terseret oleh nafsu syahwat ke jurang kenistaan. Ia bisa tegar seperti itu karena berbekal dengan dua senjata yang kuat yang mampu dipergunakan untuk menahan bala tentara kebatilan. Diapun mampu mencegah invasi bala tentara syahwat dengan senjata kesabaran dan invasi bala tentara syubhat dengan senjata keyakinan.&lt;a title="" style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5076159173845054138#_ftn2" name="_ftnref2"&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim berkata, “Keyakinan dan kecintaan merupakan pilar keimanan. Atas kedua pilar itulah keimanan dibangun. Berkat kedua pilar itu pula keimanan bisa tegak. Kedua pilar itulah yang menyuplai semua amalan hati dan amalan badan. Dari kedua pilar itu amalan tersebut muncul. Jika kedua pilar itu lemah, maka semua amalan tersebut juga lemah. Sebaliknya, jika kedua pilar itu kuat, maka semua amalan tersebut juga kuat. Sebenarnya alat yang dipergunakan untuk membuka semua pintu menuju kepada tingkatan-tingkatan orang-orang yang menempuh perjalanan menuju Alloh dan maqam-maqam terminal-terminal) orang-orang yang arif bijaksana adalah kedua pilar tersebut. Kedua pilar itu membuahkan semua karya yang baik, ilmu yang bermanfaat dan petunjuk (pedoman) yang lurus.”&lt;a title="" style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5076159173845054138#_ftn3" name="_ftnref3"&gt;[3]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.     Cinta merupakan Fitrah Manusia&lt;br /&gt;Manusia terlahir berkat rasa cinta kedua orang tuanya sebagai perantara cinta Alloh kepada manusia. Manusia mencintai istri-istrinya, anak-anaknya, serta harta yang dimilikinya. Hal ini adalah fitrah yang dimiliki oleh manusia. Sebagaimana firman Alloh SWT :&lt;br /&gt;Artinya: “ Katakanlah: "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya". dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. (Qs. At Taubah 9:24).&lt;br /&gt;Setiap manusia memerlukan rasa cinta kepada manusia lain. Cinta ini dapat berupa cinta kepada keluarganya,cinta kepada saudara-saudaranya, cinta kepada sesama umat manusia. Perasaan ini tidak dapat dihilangkan begitu saja dalam diri manusia. Perasaan untuk dicintai dan mencintai ini merupakan perasaan yang sesuai dengan fitrah manusia untuk saling mencintai.&lt;br /&gt;Islam memandang bahwa perasaan cinta sebagai sesuatu hal yang harus mendapatkan salurannya dan tidak malah dihambat ataupun dimatikan. Pernikahan merupakan jalan yang sesuai dengan ajaran agama Islam untuk melanggengkan perasaan cinta antara dua insan manusia yang saling membutuhkan dan melengkapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَإِنْ خِفْتُمْ أَلا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَى فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلاثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلا تَعُولُوا&lt;br /&gt;Artinya : Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil&lt;a title="" style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5076159173845054138#_ftn4" name="_ftnref4"&gt;[4]&lt;/a&gt;, maka (kawinilah) seorang saja], atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. QS. An Nisaa’ : 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.     Penyebab Adanya Rasa Cinta&lt;br /&gt;Tiada asap tanpa ada api. Sesuatu ada karena ada yang menyebabkan. Begitulah bunyi hukum kausalitas (sebab akibat). Perasaan cinta tidak muncul dengan begitu saja, tetapi ada hal-hal yang menyebabkan timbulnya perasaan cinta itu. Sebab-sebab timbulnya perasaan cinta tersebut adalah:&lt;br /&gt;1.      Secara fitrah manusia suka kepada keindahan&lt;br /&gt; Alloh memberikan fitrah kepada manusia untuk suka kepada keindahan sehingga ia mudah  untuk suka dan kagum pada keindahan, kecantikan atau ketampanan seseorang. Alloh menciptakan keindahan dalam pandangan manusia karena Alloh itu indah dan mencintai keindahan.&lt;br /&gt;2.      Manusia adalah makhluk yang lemah dan tak berdaya.&lt;br /&gt;  Kelemahan manusia dan ketidakberdayaannya menyebabkan manusia untuk mengikuti Dzat yang memiliki kekuatan, keperkasaan. Dialah Alloh SWT, Al Malik, Al Aziz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ بِغَيْرِ حَقٍّ إِلا أَنْ يَقُولُوا رَبُّنَا اللَّهُ وَلَوْلا دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَهُدِّمَتْ صَوَامِعُ وَبِيَعٌ وَصَلَوَاتٌ وَمَسَاجِدُ يُذْكَرُ فِيهَا اسْمُ اللَّهِ كَثِيرًا وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ&lt;br /&gt;Artinya: (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: "Tuhan kami hanyalah Allah." Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid- masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi&lt;br /&gt;Maha Perkasa. (QS. Al Hajj: 40)&lt;br /&gt;3.      Manusia cenderung membutuhkan orang lain.&lt;br /&gt; Manusia merupakan makhluk yang lemah. Ia senantiasa membutuhkan kehadiran orang lain. Bahkan sejak masih di dalam kandungan, kita sudah membutuhkan orang lain.&lt;br /&gt;Seorang ibu ketika hamil membutuhkan seorang dokter untuk senantiasa memeriksa kondisi kandungannya. Pada saat mau melahirkan, membutuhkan dokter maupun bidan untuk membantu proses kelahiran sang bayi. Saat kita masih kanak-kanak sangat membutuhkan kehadiran dan pertolongan orang lain untuk memenuhi kebutuhan kita. Pada saat remaja kita juga membutuhkan kehadiran orang lain. Selama kita di dunia ini sangat membutuhkan pertolongan  maupun keterlibatan orang lain. Inilah hakekat manusia sebagai makhluk sosial.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5076159173845054138#_ftnref1" name="_ftn1"&gt;[1]&lt;/a&gt; Qardhawy, Yusuf, Jalan Menuju Hidayah : Kehidupan Ruhiyah Salafus Shalih Kiat-Kiat Meningkatkan Kehidupan Ruhiah, Yogjakarta : Mardhiyah Press, h. 171.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5076159173845054138#_ftnref2" name="_ftn2"&gt;[2]&lt;/a&gt; Ibid., h. 174.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5076159173845054138#_ftnref3" name="_ftn3"&gt;[3]&lt;/a&gt; Ibid., h. 175.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5076159173845054138#_ftnref4" name="_ftn4"&gt;[4]&lt;/a&gt; Berlaku adil ialah perlakuan yang adil dalam melayani isteri seperti pakaian, tempat, giliran dan lain-lain yang bersifat lahiriyah.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5076159173845054138-799190275565083586?l=warjoko-akhmadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warjoko-akhmadi.blogspot.com/feeds/799190275565083586/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5076159173845054138&amp;postID=799190275565083586&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5076159173845054138/posts/default/799190275565083586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5076159173845054138/posts/default/799190275565083586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warjoko-akhmadi.blogspot.com/2009/04/hakikat-cinta.html' title='Hakikat Cinta'/><author><name>Warjoko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01648046721613387822</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_T2xDLJlOchs/SfYrRQKvOaI/AAAAAAAAAAg/SSA2ZC3rW4w/S220/P2270175.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
